Berita

Pasukan Angkatan Udara AS/Net

Dunia

Pasca Serangan Aramco, AS Kirim Pasukan Militer Ke Arab Saudi

SABTU, 21 SEPTEMBER 2019 | 09:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah insiden penyerangan fasilitas minyak Aramco di Arab Saudi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyetujui pengiriman pasukan untuk meningkatkan pertahanan udara dan rudal di Arab Saudi, Jumat (20/9).

"Menanggapi permintaan Kerajaan (Arab Saudi), Presiden telah menyetujui pengerahan pasukan AS yang akan bersifat defensif dan berfokus pada pertahanan udara dan rudal," ujar Menteri Pertahanan AS Mark Esper seperti yang dilansir dari Reuters.

Meski demikian, Esper menyatakan pengerahan pasukan tersebut akan melibatkan pasukan moderat yang tidak sampai berjumlah ribuan. Selain itu, dia juga mengatakan pihaknya akan mempercepat pengiriman peralatan militer ke Arab Saudi termasuk UEA.


Pernyataan ini selaras dengan laporan Reuters sebelumnya di mana saat ini Pentagon tengah mempertimbangkan pengiriman baterai anti-rudal, drone, dan jet tempur. AS juga bahkan mempertimbangkan untuk mempertahankan kapal induk di wilayah tersebut.

Keputusan AS ini diyakini akan menutup pintu keputusan serangan balasan dengan segera kepada Iran yang dianggap sebagai dalang penyerangan Aramco. Namun Trump mengatakan pengekangan militer yang AS melakukan sudah menunjukkan kekuatan, terutama ditambah dengan sanksi ekonomi yang diberlakukan pada Iran.

"Karena hal termudah yang bisa saya lakukan 'Ok, hancurkan 15 hal penting di Iran'. Tapi saya tidak ingin melakukan itu jika saya bisa," ujar Trump.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya