Berita

Huawei luncurkan ponsel pintar tanpa Google/Net

Dunia

Jadi Daftar Hitam AS, Huawei Luncurkan Ponsel Pintar Tanpa Google

SABTU, 21 SEPTEMBER 2019 | 00:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meski diberikan sanksi oleh AS, perusahaan teknologi raksasa asal China, Huawei tidak putus asa. Setelah meluncurkan sistem operasinya sendiri pada Agustus lalu, kini Huawei memperkenalkan ponsel pintar yang tidak memiliki layanan atau aplikasi Google.

Sputnik News melaporkan, Huawei mempresentasikan model ponsel pintar terbarunya, Mate 30 dan Mate 30 pro di Munich, Jerman pada Kamis (19/9). Berbeda dengan model-model sebelumnya, model ponsel pintar kali ini tidak memiliki layanan Google maupun bawaannya.

Alih-alih menggunakan Google Chrome dan Google Play Store dengan 2,7 juta aplikasi, Huawei menggunakan Huawei Browser dan Huawei App Gallery dengan 45.000 aplikasi. Selain itu, YouTube juga dipastikan tidak tersedia di ponsel pintar ini.


Sebelumnya pada Agustus lalu, Huawei telah meluncurkan sistem operasi sendiri yang dinamakan HongmengOS atau HarmonyOS yang diklaim sangat berbeda dengan Android maupun iOS. Meski demikian, Mate 30 dan Mate 30 pro diketahui masih menggunakan OS berbasis Android open-source tetapi dengan pembaruan keamanan.

Langkah Huawei ini  menyusul masuknya perusahaan tersebut ke dalam daftar hitam AS pada Mei lalu. AS mengklaim Huawei memiliki koneksi dengan dinas rahasia China yang langsung dibantah oleh pemerintah negeri tirai bambu tersebut.

Walaupun tudingan tersebut dibantah keras, namun AS melarang perusahaan AS membuat kesepakatan bisnis dengan Huawei. Alhasil, Google kemudian berhenti memperbarui produknya pada perangkat Huawei.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya