Berita

Ferdinand Hutahaean/Net

Politik

Tidak Terima Diremehkan, Mahasiswa: Ferdinand Hutahaean Politisi Gadget Yang Hanya Bisa Nyinyir

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019 | 14:46 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kalangan mahasiswa tidak terima diremehkan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean terkait aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak beberapa kebijakan pemerintah dan dewan.

"Gerakan sehari saja, besok juga sudah sepi. Mahasiswa era gadget," sindir Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP itu lewat akun facebooknya, Jumat pagi (20/9).

Ferdinand memang tidak menyebutkan isi statusnya tersebut untuk menyindir atau mengingatkan siapa. Namun, Kamis kemarin (19/9), ribuan mahasiswa menggelar aksi di beberapa daerah, termasuk di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta.


Menteri Koordinator Bidang Sosial dan Politik Kabinet Keluarga Mahasiswa ITB (KM-ITB) A'lam Hasnan Habib mengatakan, Ferdinand seharusnya mengomentari rekan-rekannya di Parlemen, bukan malah mengomentari pergerakan mahasiswa.

"Saya kira Bang Ferdinand Hutahean lebih perlu berkomentar pada kinerja rekan-rekannya di DPR, dan perlu fokus terhadap nasib rakyat, dari pada memberikan komentar terkait mahasiswa," ungkap A'lam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (20/9).

A'lam yang juga ikut aksi kemarin di Gedung DPR menyebutkan, Ferdinand merupakan politisi gadget yang hanya bisa nyinyir di media sosial tanpa memiliki solusi untuk permasalahan rakyat.

"Politisi era gadget seperti Bang Ferdinand sibuk main gadget dan memberikan testimoni dari pada memikirkan dan mengambil tindakan yang tepat terkait hajat hidup rakyat," tambahnya.

Mengenai anggota DPR sebagai perwakilan rakyat, lanjut A'lam, istilah itu tidak pantas lagi dipakai oleh para legislator saat ini, karena mereka tidak mewakili suara rakyat.

"Bagi mereka yang masih menjadi anggota DPR sudah seharusnya mulai khawatir dengan label 'representasi rakyat' mereka di gedung DPR. Masih pantaskah mengaku sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat?" ucapnya.

"Saya tidak ingin banyak omong kosong. Bang Ferdinand cukup lihat mahasiswa melakukan tindakan seperti apa," tutup A'lam menambahkan.

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melakukan aksi di depan Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis kemarin dari siang hingga malam.

Mereka mengkritisi beberapa kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan DPR. Kebijakan tersebut yakni UU KPK yang baru, RUU KUHP, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan dan RUU Minerba.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya