Berita

Kiribati kini tak lagi jadi sekutu bagi Taiwan/Net

Dunia

Ikuti Jejak Kepulauan Solomon, Kiribati Juga Tinggalkan Taiwan

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019 | 14:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Taiwan makin kehilangan pesonanya. Satu persatu sekutu-sekutunya mulai pergi. Setelah Kepulauan Solomon memilih beralih ke China, kini Kiribati juga melakukan hal yang serupa.

Reuters
melaporkan, Taiwan menyatakan telah memutuskan hubungan resmi dengan negara kepulauan Pasifik lainnya, Kiribati, pada Jumat (20/9) dan segera menutup kedutaannya di sana. Langkah tersebut hanya berselang beberapa hari setelah Kep. Solomon memutuskan hubungan dengan Taiwan dan beralih ke China.

"Menurut informasi yang diperoleh Taiwan, pemerintah China telah berjanji menyediakan dana penuh untuk pengadaan beberapa pesawat terbang dan feri komersial. Sehingga memikat Kiribati untuk beralih hubungan diplomatik," ujar Menteri Luar Negeri Joseph Wu.


Lebih lanjut, Wu menjelaskan saat ini China memang tengah berusaha untuk menekan dan mengurangi kehadiran Taiwan di dunia internasional. Hingga akhirnya menghancurkan kedaulatan Taiwan.

Wu menambahkan, bahkan China saat ini berusaha mempengaruhi pemilihan presiden dan legislatif Taiwan yang akan datang untuk merusak demokrasi di negara tersebut.

Sejak Presiden Tsai Ing-wen menjabat pada 2016, Taiwan telah kehilangan pengakuan dari tujuh negara. Yaitu Burkina Faso, Republik Dominika, Sao Tome dan Principe, El Salvador, Kep. Solomon, dan Kiribati. Taiwan pun kini hanya memiliki hubungan diplomatik dengan 15 negara di seluruh dunia.

Hingga kini, baik Kiribati maupun China belum memberikan tanggapan ataupun pernyataan terkait situasi tersebut.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya