Berita

Aksi unjuk rasa menjelang KTT Aksi Iklim di AS/Net

Dunia

Jelang KTT Aksi Iklim Di AS, Ribuan Warga Australia Lakukan Unjuk Rasa

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019 | 11:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Aksi pemanasan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Aksi Iklim di New York, Amerika Serikat, dilakukan ribuan pengunjuk rasa di Australia. Aksi unjuk rasa ini akan dilakukan di lebih dari 100 kota di Australia, Jumat (20/9).

Associated Press melaporkan, unjuk rasa yang disebut dengan "pemogokan iklim global" dimulai di ibukota Canberra dan kota terbesar Sydney. Para pengunjuk rasa menyerukan agar Australia yang merupakan pengekspor batu bara dan gas alam cair terbesar di dunia untuk mengambil tindakan lebih signifikan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

Kelompok pengunjuk rasa yang dikenal dengan Global Strike 4 Climate mengatakan, unjuk rasa akan dilakukan di 110 kota-kota besar dan kecil di seluruh Australia pada Jumat (20/9). Unjuk rasa massal ini diselenggarakan untuk menuntut pemerintah dan pebisnis agar berkomitmen kepada target nol emisi karbon pada 2030.


Tidak hanya Australia, aksi yang serupa juga dilakukan di berbagai kota-kota besar lain di seluruh dunia.

Diketahui, KTT Aksi Iklim akan diselenggarakan pada 23 September 2019 oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Program Lingkungan PBB (UN Environment), dan Climate and Clean Air Coalition. Pertemuan ini bertujuan untuk menyerukan gagasan "Clean Air Initiative"  untuk mendorong target penurunan emisi karbon 2030.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya