Berita

Barack Obama/Net

Dunia

Nasihat Obama Bagi Para Pemimpin: Jangan Nonton TV Dan Baca Media Sosial!

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 | 23:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin dan pengambil kebijakan seharusnya tidak menghabiskan banyak waktu untuk memperhatikan televisi dan media sosial.

Begitu nasihat dari mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama pada hari Rabu (18/9).
"Yang harus Anda lakukan adalah menciptakan proses di mana Anda memiliki keyakinan bahwa data apa pun yang ada di sana telah disaring, disortir, dan masalah inti yang akan menjadi penting bagi keputusan Anda, Anda dapat melihatnya di sekitar," kata Obama selama wawancara di atas panggung di sebuah konferensi teknologi di San Francisco.

"Dan itu membutuhkan bukan hanya proses yang baik tetapi memastikan Anda memiliki tim yang memiliki beragam pendapat. Hal lain yang membantu adalah tidak menonton TV. Atau, Anda tahu, membaca, Anda tahu, media sosial," sambungnya.

"Dan itu membutuhkan bukan hanya proses yang baik tetapi memastikan Anda memiliki tim yang memiliki beragam pendapat. Hal lain yang membantu adalah tidak menonton TV. Atau, Anda tahu, membaca, Anda tahu, media sosial," sambungnya.

"Jadi itu adalah dua hal yang saya sarankan jika Anda presiden tidak melakukannya, karena itu menciptakan banyak kebisingan dan mengaburkan penilaian Anda," tegas Obama seperti dimuat CNN

Meski begitu, pernyataan Obama tidak menyebut nama siapapun. Meski ada asumsi yang berkembang bahwa pernyataan itu menyindir penerusnya, Donald Trump yang dikenal rajin membuat cuitan di Twitter.

Namun mantan penulis pidato untuk Obama, Jon Favreau mengatakan bahwa pernyataan Obama merupakan penilaian umum dan bukan sindiran untuk satu pihak tertentu.

"Obama mengatakan hal semacam ini tentang tidak menonton TV dan berada di media sosial ratusan kali, secara publik, sebelum Trump bahkan menjadi calon presiden," kata Favreau di Twitter.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi CPO dan POME Rp 13 Triliun, Ini Daftar Namanya

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Kesehatan Jokowi Terus Merosot Akibat Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 11 Februari 2026 | 04:02

Berarti Benar Rakyat Indonesia Mudah Ditipu

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:34

Prabowo-Sjafrie Sjamsoeddin Diterima Partai dan Kelompok Oposisi

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:06

Macet dan Banjir Tak Mungkin Dituntaskan Pramono-Rano Satu Tahun

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:00

Board of Peace Berpotensi Ancam Perlindungan HAM

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:36

Dubes Djauhari Oratmangun Resmikan Gerai ke-30.000 Luckin Coffee

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:19

Efisiensi Energi Jadi Fokus Transformasi Operasi Tambang di PPA

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:14

Jagokan Prabowo di 2029, Saiful Huda: Politisi cuma Sibuk Cari Muka

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:18

LMK Tegas Kawal RDF Plant Rorotan untuk Jakarta Bersih

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:06

Partai-partai Tak Selera Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya