Berita

Kasus suap impor bawang putih masih terus didalami KPK/Net

Hukum

Kasus Suap Impor Bawang Putih, Mantan Pejabat Kementerian Pertanian Diperiksa KPK

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 | 11:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Eks Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Syukur Iwantoro, dapat giliran dipanggil Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap perizinan impor bawang putih tahun 2019.
Syukur bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anggota DPR (nonaktif) Fraksi PDI-P, I Nyoman Dhamantra (INY).

Selain Syukur, KPK juga memanggil Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi dan Direktur Pembenihan Hortikultura Kementan, Sukarman. Keduanya dipanggil KPK terkait kasus yang sama.

"Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka INY (I Nyoman)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/9).

"Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka INY (I Nyoman)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/9).

Dalam kasus ini, I Nyoman telah ditetapkan tersangka. Selain Nyoman, KPK juga menjerat lima orang pihak swasta. Yakni Mirawati Basri (MBS) selaku orang kepercayaan Nyoman, Elviyanto (ELV) orang dekat Nyoman. Lalu Chandry Suanda (CSU) alias Afung, Doddy Wahyudi (DDW), dan Zulfikar (ZFK).

I Nyoman diduga telah menerima fee sekitar Rp 2 miliar dari total komitmen fee sebesar Rp 39,6 miliar. Adapun, besaran fee yang diminta Nyoman yakni Rp 1.700 hingga Rp 1.800 per kilogram untuk pengurusan izin impor 20 ribu ton bawang putih ke Indonesia.

Duit Rp 2 miliar yang sudah didapat Nyoman itu rencananya akan digunakan untuk mengurus surat persetujuan impor (SPI). Suap tersebut berasal dari Chandry Suanda alias Afung sang pemilik PT Cahaya Sakti Agro.

Dalam aksinya, Afung mentransfer uang tersebut melalaui Doddy Wahyudi ke perusahaan money changer milik Nyoman PT Indocev.

Selanjutnya, proses suap untuk pengurusan bawang putih tersebut juga dibantu oleh Doddy Wahyudi, Zulfikar, Elviyanto, dan Mirawati. Keempatnya mempunyai peran masing-masing dalam memuluskan izin impor komoditas hortikultura itu.

KPK juga gencar melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi dalam kasus ini. Di antaranya di Kementrian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pertanian (Kementan). Dalam penggeledahan itu diamankan sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik lainnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya