Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Undur-Unduromologi

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 | 07:38 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KANTOR Berita Politik RMOL memberitakan sikap para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memilih mengundurkan diri serta menyerahkan tanggung jawab pemberantasan korupsi ke Presiden menandakan Agus Rahardjo dan sejawatnya bukanlah pejuang antikorupsi sesungguhnya.

Pengecut

“Ah bukan pejuang mereka. Ternyata mereka hanya pejabat KPK, bukan pejuang antikorupsi,” ungkap analis komunikasi politik lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (15/9).


Hendri Satrio mengaku kecewa dengan keputusan para pimpinan KPK yang memilih mundur sebelum berjuang memberantas korupsi hingga akhir masa jabatan. Disebut hanya sekadar pejabat lantaran Agus Rahardjo Dkk bersikap kekanak-kanakkan.

Padahal jika seorang pejuang, apapun kondisinya akan terus berjuang meski dikerdilkan. “Mengecewakan sekali! Rakyat berharap mereka strong, eh terus mundur, waduh,” geramnya.

“Ngarepin rakyat mikir gimana tentang mereka? Jagoan atau pahlawan atau pengecut, atau malah jangan-jangan pejabat manja,” tandasnya.

Keliru

Semula, sebelum membaca berita tersebut di atas, saya menghormati bahkan mengagumi pengunduran diri Agus Rahardjo dan kawan-kawan yang saya kenal sebagai tokoh pimpinan KPK yang berjuang keras menunaikan tugas memberantas korupsi di persada Nusantara tercinta ini.

Apalagi Agus Rahardjo dkk mengundurkan diri pada saat pemerintah sudah mantap mempersiapkan para penggantinya. Semula saya menghormati dan mengagumi keputusan Agus Rahardjo dkk mengundurkan diri sebagai sikap kesatria serta legowo seperti Jenderal Besar Soedirman mengundurkan diri akibat merasa kesehatan tidak memungkinkan dirinya memimpin TNI melawan para perongrong kemerdekaan Republik Indonesia, Sun Yat Sen mengundurkan diri dari jabatan kepresidenan sebab ada pihak lain yang sangat mendambakannya, Menteri Perhubungan Jepang mengundurkan diri akibat terjadi kecelakaan kereta api atau Kanselir Jerman Barat, Willy Brandt mengundurkan diri gara-gara anak buahnya, Günter Guillaume ternyata mata-mata Jerman Timur.

Para samurai Jepang bukan cuma mengundurkan diri namun bunuh diri jika gagal menunaikan tugas. Berdasar penelitian undur-unduromologis, semula saya menyimpulkan bahwa mengundurkan diri dari suatu jabatan merupakan suatu bentuk perilaku positif dan konstruktif demi mengungapkan rasa menyesal akibat gagal menunaikan tugas.

Koreksi Diri

Namun kembali terbukti saya adalah manusia biasa yang senantiasa bahkan niscaya tidak sempurna dalam pemikiran maka pasti rawan melakukan kekeliruan. Berdasar pemberitaan RMOL tentang pendapat analis komunikasi politik lembaga survei KedaiKOPI, terbukti sudah para pimpinan KPK bukan para pejuang korupsi namun dikhawatirkan hanya para penjabat manja dan kaum pengecut belaka.

Maka saya harus mawas diri lalu segera koreksi diri agar di masa mendatang jangan sampai lagi-lagi gegabah menganggap satu pengunduran diri sebagai sikap kestaria, legowo, bertanggung-jawab, positif, konstruktif dan lainnya.

Saya harus lebih cermat serta seksama dalam melakukan penelitian Undur-unduromologi yang ternyata mengandung makna luar biasa kompleks dan rumit.

Penulis adalah pendiri Pusat Studi Kelirumologi dan Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Realisasi Pendapatan Perparkiran di Jakarta Memble

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:21

Keluarga Sutrimo Tak Lagi Pasrah soal Penyebab Kematian Karumga Febrie

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:18

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II segera Cair

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:36

Penjarahan dan Keruntuhan Kota Roma, 410 M

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:16

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Pancasila Dasar Negara Kita

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:43

Rudy Tanoe Bantah Mangkir Panggilan KPK

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:16

Waspada Banjir Rob Rendam Kawasan Pesisir Jateng

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:00

Dibuka Sayembara Rp100 Juta untuk Ijazah SMA Gibran

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:28

Zikir Kebangsaan di Istiqlal

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:08

Selengkapnya