Berita

Rouhani, Erdogan dan Putin/Net

Dunia

Cara Putin Perkuat Kemitraan, Kutip Ayat Al Quran Dan Berguyon Soal Arab Saudi

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 | 14:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bukan Vladimir Putin namanya jika bukan tanpa sorotan. Kali ini Presiden Rusia itu kembali menyedot perhatian banyak warga muslim dunia dengan mengutip sepenggal ayat dari kitab suci Al Quran untuk mendesak diakhirinya perang di Yaman yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

Dalam pertemuan trilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani di Ankara awal pekan ini, Putin mengutip ayat dari Surat al-Imran di Al Quran.

"Dan ingat nikmat Allah atasmu, ketika kamu adalah musuh dan Dia menyatukan hatimu dan kamu menjadi, atas permintaan-Nya, saudara," kata Putin seperti dimuat Russia Today.


Dia pun mereferensikan ajaran Al Quran lainnya tentang bagaimana kekerasan hanya sah untuk membela diri.

Putin sendiri berada di Ankara untuk melakukan pembicaraan yang berfokus pada Suriah dengan Erdogan dan Rouhani.

Referensi Putin pada ayat Al Quran diamini oleh Erdogan dan Rouhani, yang masing-masing adalah Muslim Sunni dan Syiah.

Kedua pemimpin itu memperingatkan, invasi yang dipimpin Arab Saudi ke Yaman telah mengakibatkan puluhan ribu kematian selama lima tahun terakhir dan benar-benar menghancurkan negara tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Putin pun setengah berguyon menyentil Arab Saudi soal serangan drone akhir pekan kemarin di fasilitas mintak Arab Saudi. Putin menyarankan agar Arab Saudi membeli sistem pertahanan udara Rusia S-300 atau S-400, seperti yang telah dilakukan Iran dan Turki.

"Untuk melindungi mereka dan negara, kami siap memberikan bantuan yang diperlukan ke Arab Saudi," katanya melalui seorang penerjemah.

"Yang harus dilakukan oleh para pemimpin politik Arab Saudi adalah mengambil keputusan yang bijaksana, seperti yang dilakukan Iran dengan membeli sistem rudal S-300, dan seperti yang dilakukan Presiden Erdogan ketika ia membeli sistem anti-pesawat Triumph S-400 terbaru Rusia," jelasnya.

"Mereka akan menawarkan perlindungan yang andal untuk setiap fasilitas infrastruktur Saudi," tambah Putin.

Pernyataan Putin memancing gelak tawa dari Rouhani. Diketahui bahwa serangan fasilitas minyak Arab Saudi itu diklaim oleh kelompok Houthi Yaman. Namun Amerika Serikat menuding bahwa serangan itu didalangi oleh Iran. Pemerintah Iran membantah tuduhan itu.

Menggapi pernyataan Putin, Rouhani bertanya sambil tertawa, "Jadi, apakah mereka perlu membeli S-300 atau S-400?"

"Terserah mereka untuk memutuskan," jawab Putin, seperti dimuat CNS News.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya