Berita

Jepang-Korsel/Net

Dunia

Korsel Tendang Jepang Dari Daftar Mitra Dagang Terpercaya

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 | 09:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Selatan secara resmi mengeluarkan Jepang dari daftar mitra dagang tepercaya pada hari ini (Rabu, 17/9).  Langkah itu semakin memperburuk hubungan kedua negara tetangga Asia Timur.

Pasca langkah tersebut, terdapat sejumlah perubahan yang terjadi. Menurut Kementerian Perdagangan Korea Selatan, perusahaan-perusahaan lokal yang mengirimkan barang-barang strategis ke Jepang sekarang harus menyerahkan lima dokumen untuk mendapatkan persetujuan. Sebelumnya, perusahaan hanya perlu mendapatkan tiga dokumen.

Bukan hanya itu, proses persetujuan juga akan memakan waktu sekitar 15 hari, lebih lama dari lima hari sebelumnya.


Selain itu, eksportir Korea Selatan juga harus melalui prosedur yang lebih rumit dan lebih lama untuk memenangkan persetujuan komprehensif untuk mengirimkan barang ke Jepang untuk masa kadaluwarsa dua tahun, lebih pendek dari periode tiga tahun yang diberikan untuk negara-negara tepercaya.

Dikabarkan Yonhap, langkah penghapusan itu terjadi sebulan setelah Korea Selatan memperingatkan tindakan tersebut sebagai tanggapan atas pembatasan Jepang pada ekspor tiga bahan industri utama ke Korea Selatan yang dimulai pada Juli lalu.

Langkah itu diambil setelah Korea Selatan juga mengklaim bahwa semua mitra tepercaya mengoperasikan sistem kontrol ekspor yang melanggar norma-norma internasional dan mengalami kesulitan dalam mencari kerja sama internasional tidak akan lagi diberikan bantuan.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi CPO dan POME Rp 13 Triliun, Ini Daftar Namanya

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Kesehatan Jokowi Terus Merosot Akibat Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 11 Februari 2026 | 04:02

Berarti Benar Rakyat Indonesia Mudah Ditipu

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:34

Prabowo-Sjafrie Sjamsoeddin Diterima Partai dan Kelompok Oposisi

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:06

Macet dan Banjir Tak Mungkin Dituntaskan Pramono-Rano Satu Tahun

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:00

Board of Peace Berpotensi Ancam Perlindungan HAM

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:36

Dubes Djauhari Oratmangun Resmikan Gerai ke-30.000 Luckin Coffee

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:19

Efisiensi Energi Jadi Fokus Transformasi Operasi Tambang di PPA

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:14

Jagokan Prabowo di 2029, Saiful Huda: Politisi cuma Sibuk Cari Muka

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:18

LMK Tegas Kawal RDF Plant Rorotan untuk Jakarta Bersih

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:06

Partai-partai Tak Selera Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya