Berita

Moeldoko/Net

Politik

Soal Dewan Pengawas KPK, Moeldoko: Hanya Organisasi Demit Yang Tidak Mau Kerjanya Diawasi

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 | 19:12 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan tidak bisa suatu organisasi atau lembaga tidak memiliki pengawas di dalamnya.

"Organisasi demit saja yang enggak ada pengawasnya. Semua organisasi harus ada pengawasnya," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (17/9).

Hal itu dikatakan Moeldoko menyikapi revisi UU 30/2002 Tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengamanatkan agar dibentuknya Dewan Pengawas untuk KPK.


Menurut Moeldoko, keberadaan dewan pengawas tak akan menghambat KPK dalam memberantas korupsi. Terlebih sebagai lembaga yang paling dipercaya publik, KPK perlu diawasi oleh dewan pengawas untuk menjaga kepercayaan publik yang bgeitu besar.

"Poinnya ada di situ, jangan dibalik-balik," ujarnya.

Mantan Panglima TNI itu mengungkapkan, setelah UU KPK yang baru berlaku, pemerintah akan membuat aturan teknis untuk memilih anggota dewan pengawas. Menurutnya, Presiden Joko Widodo yang akan membentuk panitia seleksi untuk menjaring para calon anggota dewan pengawas.

"Nanti presiden akan menentukan siapa-siapa yang kira-kira kredibel memiliki legitimasi, yang kuat di hadapan masyarakat, di publik, memiliki trust yang tinggi. Itulah kira-kira kriteria-kriteria," tuturnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya