Berita

Universitas Trilogi/Net

Nusantara

Universitas Trilogi Mantapkan Diri Sebagai Kampus Teknopreneur

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 | 10:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Universitas Trilogi yang dikenal sebagai kampus teknopreneur terus berupaya menguatkan potensi generasi muda melalui mahasiswa dan dosen. Penguatan kapasitas dan kompetensinya ini dilakukan salah satunya dengan mendirikan Pusat Pengembangan Bisnis Universitas Trilogi.

Pusat pengembangan bisnis tersebut diantaranya Inkubator Bisnis Trilogi (Inbistro) dan Pusat Pengembangan Kapasitas Wirausaha Bioindustri (PPKWB).

Penanggung Jawab Program PPKWB 2019 Maulidian mengatakan banyaknya startup yang lahir dari program ini karena pola pembinaan yang diberikan selalu menstimulasi para tenant untuk percaya diri. Kemudian juga diberikan bantuan pendanaan agar mereka bersemangat dan ada chalenge untuk mewujudkan harapan atas pengembangan bisnis yang mereka create.


"Adapun penilaian kelayakan akhir dari tenant yang dibina oleh Universitas Trilogi ini adalah dengan melihat kelayakan dari kesiapakan untuk mandiri, kesiapan produk, dan inovasi teknologi," ujar Maulidian di Kampus Trilogi, Komplek Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (17/9).

Lebih lanjut dijelaskan, setidaknya dalam tahun ini, Pusat Pengembagan Bisnis Universitas Trilogi telah menerapkan tiga metode pelaksanaannya, diataranya adalah rekrutmen berdasarkan minat dan bakat. Pola ini dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu tahap proposal, tahap wawancara, dan tahap psikotest.

Tahap proposal, setiap tim wajib mengumpulkan proposal bisnisnya dalam bentuk PPT dan Video ke panitia. Tim yang dinilai layak, dapat mengikuti tahap selanjutnya. Dalam tahap wawancara, setiap tim akan diwawancarai oleh panitia terkait produk yang diusulkannya. Penilaian pada tahap ini yaitu aspek pasar, kesiapan produk, inovasi teknologi, dan solusi bagi masyarakat. Tahap terakhir yaitu psikotest, tahap ini unutk menilai kemampuan alami setiap individu untuk berwirausaha.

Selain rekrutmen, lanjut dosen program studi Agribisnis ini, ada juga program pelatihan dan pendampingan. Disini para tenant yang lulus akan diberikan pelatihan dan pendampingan oleh mentor.

Pelatihan yang diberikan, jelas Maulidian adalah berupa softksill seperti inspirasi wirausaha, pola pikir wirausaha, dan kreatifitas. Sedangkan hardskill, materi yang diberikan berupa pemahaman tentang inovasi dan teknologi dibidang pangan dan pertanian.

"Setiap tenant akan dberikan mentor untuk mengarahkan dalam pengembangan produk dan usaha mereka, sehingga pada akhir program dapat dilihat kemajuan yang dialami oleh para tenant," ungkapnya.

Terakhir adalah kunjungan perusahaan. Peserta juga diberikan pengalaman untuk belajar dari usaha-usaha yang telah sukses. Seperti pada program tahun ini para tenant diberikan kesempatan berkunjung ke perusahaan yang ada di daerah Jawa Timur diantaranya Attaqie Farm (Tuban), CV. Arjuna Flores (Batu, Malang) dan Kampung Cokelat (Blitar).

Maulidian menyebut untuk PPKWB 2019 ini sendiri telah menerima danah hibah dari Direktorat Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti. Dana hibah yang didapatkan sebesar 149.600.000.

"Pendanaan tersebut didapatkan dari Program Pengembangan Kewirausahaan Sistem Informasi Penelitian dan Pengabidan Kepada Masyarakat (PPK Simlitabmas)," ucap Maulidian.

Yang cukup membanggakan, tiga diantara startup binaan Universitas Trilogi ini juga meramaikan Kegiatan Ritech Expo dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hateknas) tahun 2019 di Denpasar Bali. Ketiga startup tersebut adalah CV. Mamifood Sukses Abadi, dengan Brand Cheessin adalah Saus Keju Prebiotik, yang dikomandani Direktur/CEO Maulidian, lalu Muma Spice dengan CEO Nadhilah Lahabibah serta Nature B dengan CEO Irna Rahmawati.

Sedangkan tim PPKWB sendiri selain digawangi oleh Maulidan, juga didigerakkan bersama Dr. Inanpi (owner attaqie farm), Mutiara, dan Indri Indrawan. Brand Cheessin sendiri merupakan salah satu partisipan dari program PPBT 2019 di bawah Inbistro, sedangkan Muma dan Nature B merupakan tenant dari PPKWB.

"Mereka ini dipilih tidak lain agar memiliki pengalaman berinteraksi langsung dengan calon pelanggan. Tujuanya adalah untuk ekspansi produk mereka, dan mereka juga dapat berkomunikasi langsung dengan pasar yang nyata, sehingga, pada saat program pendampingan selesai, mereka dapat mandiri, dan bisa mendapatkan pendanaan yang lebih besar," ungkap Maulidian.

Dalam Hateknas 2019 ini, para startup binaan Universitas Trilogi ini tergabung dalam booth LLDIKTI wilayah 3 dan sekaligus melibatkan 12 perguruan tinggi yang ada di Ibukota DKI Jakarta.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya