Berita

Foto: Istimewa

Jaya Suprana

Terima Kasih, Yang Mulia Pak Dillon

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 | 08:57 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

HARI Senin, 16 September 2019 pukul 18.27 Yang Mulia Harbrinderjit Singh Dillon meninggalkan dunia fana di Pulau Dewata. Saya selalu menyebut beliau Yang Mulia sebagai balas-hormat sebab beliau selalu memanggil teman-teman beliau dengan sebutan His Excellency.

Semasa hidup Yang Mulia HS Dillon mengabdikan diri kepada negara, bangsa dan rakyat Indonesia, terutama rakyat miskin. YM HS Dillon adalah mahaguru kesenjangan sosial saya yang menginspirasi saya untuk mempelajari makna kemanusiaan.

Buku mahaguru kesenjangan sosial saya tentang kritik terhadap pembiaran kemiskinan berdasar orasi kebudayaan beliau di Taman Ismail Marzuki senantiasa terletak di meja kerja saya agar setiap kali dibutuhkan dapat saya dayagunakan sebagai referensi dalam penulisan pembelajaran kemanusiaan di mana kemiskinan merupakan satu di antara sekian banyak penyebab kesenjangan sosial.


Adalah Yang Mulia Pak Dillon pula yang setia mendampingi saya menemani rakyat tergusur di Kampung Pulo, Bukit Duri, dan Pasar Akuarium meski harus menghadapi hujatan dari para pendukung penggusuran rakyat miskin. Bagi kami berdua beserta teman-teman sepaham sama sekali tidak memiliki persepsi negatif terhadap perbedaan SARA, maka YM Pak Dillon leluasa menyebut saya Cina dan saya menyebut beliau Maharaja India dalam suasana persahabatan.

HS Dillon, Raam Punjabi, Frans Magnis Suseno, Salim Said, Anies Baswedan, Simon Lily Tjahjadi, Kwik Kian Gie, Christianto Wibisino, keluarga besar Shihab adalah para warga keturunan yang sangat cinta Indonesia. Dari YM HS Dillon saya beruntung dapat banyak menimba pengetahuan dari tangan pertama mengenai peradaban serta kebudayaan suku dan agama Sikh yang sangat saya kagumi dan hormati. Maka saya benar-benar merasa kehilangan seorang sahabat dan mahaguru yang senantiasa menyadarkan saya bahwa dasar segenap permasalahan bangsa Indonesia adalah kesenjangan sosial akibat Keadilan Sosial hanya terbatas bagi sebagian rakyat Indonesia (termasuk HS Dillon dan saya) namun belum bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga masih banyak rakyat Indonesia belum bisa menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia.

Selamat Jalan dan Terima Kasih, Yang Mulia Pak Dillon!

Penulis adalah sahabat dan siswa almarhum Harbrinderjit Singh Dillon

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya