Berita

KPK/Net

Politik

Pimpinan KPK Yang Baru Harus Bebas Dari Pengaruh Kekuasaan Mana Pun

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 | 07:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Komitmen pemberantasan korupsi harus terus menjadi perhatian publik tengah terpilihnya pimpinan KPK yang baru dan revisi UU KPK.

Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (Direktur NCID), Jajat Nurjaman mengatakan, institusi KPK merupakan salah satu lembaga populis yang banyak menuai perhatian publik sejauh ini.

"Beberapa pekan terakhir publik disibukkan dengan sejumlah polemik yang menyelimuti KPK. Mulai dari seleksi capim hingga polemik revisi Undang-undang," ujar Jajat kepada redaksi, Sabtu (14/9).


Secara khusus, kata Jajat, pimpinan KPK yang baru harus mampu meyakinkan publik dengan upaya pemberantasan korupsi.

Dia berharap, pejabat baru pimpinan KPK mampu bekerja dengan baik. Dalam artian, mampu menjaga independensi KPK dan bebas dari pengaruh kekuasaan mana pun dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya.

"Kedepan kita semua berharap KPK mampu terus eksis dan menunjukkan kerja-kerja pemberantasan korupsi. Tidak hanya pada kerja penindakan, akan tetapi juga pada kerja-kerja nyata upaya pencegahan korupsi," tutup Jajat.

Jumat dinihari (13/9), Komisi III DPR merampungkan fit and proper test 10 capim KPK. DPR memilih 5 nama, Firli Bahuri (56 suara), Alexander Mawata (53 suara), Nurul Ghufron (51 suara), Nawawi Pomolango (50 suara) dan Lili Pintouli Siregar (44 suara).

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya