Berita

Capim KPK terpilih periode 2019-2023/Net

Politik

Tantangan Terbesar Pimpinan KPK Terpilih Adalah Rebut Kepercayaan Publik

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019 | 20:05 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tantangan besar harus dihadapi oleh kelima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru saja terpilih lewat Komisi III DPR RI melalui sistem voting Jumat (13/9) dini hari tadi.

Demikian yang disampaikan oleh pengamat politik Universitas Indonesia Ade Reza Hariyadi saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL.

Tantangan besar pertama yang akan dihadapi pimpinan baru KPK adalah melakukan konsolidasi internal organisasi.


"Kelihatannya akan penuh dinamika karena diwarnai rumor faksionalisasi dan potensi penolakan internal," ujar Ade, Jumat (13/9).

Yang disampaikan Ade bukan tanpa sebab, karena bila wadah pegawai KPK tidak mendukung pemimpin barunya maka kinerja pemberantasan korupsi tidak akan maksimal.

Ade menjelaskan, pimpinan KPK baru harus bisa kembali merebut kepercayaan dan dukungan publik sebagai kekuatan utama yang selama ini menjadi modal utama KPK.

"Ketiga, harus merealisasikan janji kinerja sektor pencegahan dan menyelesaikan skandal mega korupsi yang belum tuntas," Tandas Ade.

Kasus yang  Ade maksud adalah skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), sektor migas, reklamasi dan lainnya. "Terakhir harus membangun harmonisasi peranan aktor-aktor penegak hukum di bidang pemberantasan korupsi," pungkas Ade.

Oleh karena itu, perlu gebrakan besar dalam 100 hari kerja pimpinan KPK yang difokuskan pada kasus-kasus besar dengan potensi kerugian negara dalam skala besar.

"Kesan KPK bekerja dengan pola populis dan cari aman dengan menyasar kasus-kasus kecil di level daerah harus dibantah dengan kinerja KPK pada kasus mega korupsi," tutup Ade.

Untuk diketahui, Kelima nama  pimpinan KPK terpilih tersebut diantaranya Nawawi Pamolango, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, Alexander Marwata, dan Firli Bahuri.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya