Berita

Donald Trump dan China Xi Jinping/Net

Muhammad Najib

Amerika Vs China Bukan Sekedar Perang Dagang Atau Perang Ekonomi

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 | 09:28 WIB | OLEH: DR. MUHAMMAD NAJIB

MENURUT Kishore Mahbubani dosen National University of Singapore, apa yang dilakukan Amerika terhadap China akhir-akhir ini, khususnya di bawah Presiden Donald, bukan hanya sekedar perang dagang atau perang ekonomi, akan tetapi lebih dari itu, yakni Amerika bermaksud menghentikan kemajuan China agar jangan sampai melampaui Amerika.

Apakah Donald Trump mampu melakukannya? Marilah kita lihat langkah-langkah yang diambil Washington, kemudian bagaimana Beijing meresponnya, yang menimbulkan benturan di berbagai bidang dan implikasinya pada negara-negara lain.

Diantara bidang yang menjadi gelanggang benturan tersebut antara lain: Pertama, Amerika yang semula memelopori dan mengkampanyekan prinsip-prinsip multilateralisme dalam pergaulan global, kini mulai mengubahnya dengan pendekatan unilateral dan semakim tertutup, khususnya pada bidang sain, teknologi, politik, ekonomi, dan keamanan.


Sementara China membangun dan mengembangkan berbagai kebijakan globalnya dengan bertumpu pada  prinsip-prinsip multilateralisme dengan semangat keterbukaan.

Kedua, dalam bidang ekonomi dan bisnis Amerika telah keluar dari banyak organisasi global, sementara China bukan saja tetap berada di dalamnya, bahkan mengembangkan berbagai program multilateral baru.

Dalam dunia perbankan China membangun Infrastructure Investment Bank (AIIB), sementara dalam pembangunan infrastruktur China mengembangkan program One Belt One Road atau The Belt and Road Initiative .

Ketiga, dalam bidang sain dan teknologi seperti teknologi informasi (IT), China telah melampaui Amerika dengan mengembangkan IT berbasis 5G, sedangkan Amerika masih berada pada basis 4G.

Kasus Hwa Wei sebagai salah satu contoh, Washington berusaha bukan saja menghambatnya untuk memasuki kawasan Amerika dan negara-negara yang menjadi sekutumnya dengan tuduhan tidak aman dari kemungkinan spionase, bahkan sampai melebar dan merambah wilayah politik dengan penahanan putri pendiri Hwa Wei Meng Wangzhou yang menjabat sebagai Direktor Keuangan (CFO) Hwa Wei.

Keempat, dalam bidang teknologi transportasi massal, China sudah melampaui Amerika dan banyak negara yang lebih dahulu mengembangkannya. Terbukti Amerika membeli kereta cepat dari China, bukan dari negara-negara sekutunya di Eropa seperti Jerman atau Perancis, atau sekutunya di Asia seperti Jepang.

Kelima, dalam bidang pertahanan China terus membayangi Amerika. Dalam teknologi ruang angkasa, nuklir, kapal selam, pesawat tempur, rudal, bahkan kini China sudah mampu membuat kapal induk sendiri.
 
Kemajuan China yang mencakup hampir semua bidang inilah yang tampaknya menjadi alasan kenapa Mahbubani sampai pada kesimpulan ketegangan antara Washington dan Beijing, bukan sekedar perang dagang atau perang ekonomi.

Pertarungan dua raksasa ekonomi dunia ini, tentu akan mempengaruhi masa depan banyak negara di tingkat global, baik dalam bidang sain, teknologi, ekonomi, politik, maupun militer.

Menurut Mahbubani China selalu mengambil posisi yang bersebrangan dengan Amerika hampir dalam semua hal. Dalam situasi seperti ini, bagimana negara-negara Muslim mengamankan kepentingan nasionalnya?

Penulis adalah pengamat politik Islam dan demokrasi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya