Berita

Titik Nol/Net

Dunia

Berkumpul Di Titik Nol, Warga AS Akui Sulit Lupakan Serangan 9/11

RABU, 11 SEPTEMBER 2019 | 16:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Peristiwa bersejarah nan kelam bagi Amerika Serikat kembali diperingati pada hari ini, Rabu (11/9).

Kerumunan kerabat korban peristiwa mengenaskan 18 tahun lalu berkumpul di bekas gedung WTC berdiri atau yang kini disebut dengan Titik Nol.

Presiden AS, Donald Trump juga dijadwalkan akan bergabung dalam upacara peringatan di Pentagon.


"Orang-orang bertanya, “mengapa kamu berdiri di sini dari tahun ke tahun?” Kami tidak bisa melupakan. Hidup tidak akan membiarkan kita lupa," ujar Chundera Epps yang kehilangan saudara perempuannya dalam peristiwa 9/11 seperti yang dimuat oleh Associated Press.

Dalam upacara di Titik Nol, semua nama-nama korban dibacakan dengan keras dalam kesunyian yang dibuat oleh semua orang. Lonceng kemudian berdentang yang menandai pesawat jatuh dan menabrak menara kembar WTC.

Upacara peringatan peristiwa yang menewaskan hampir 3.000 orang ini juga akan dilakukan oleh Presiden Donald Trump di Pentagon dan Wakil Presiden Mike Pence di dekat Shanksville, Pennsylvannia.

Sedangkan mantan Presiden George W. Bush dijadwalkan akan meletakkan karangan bunga di Pentagon.

Peristiwa 11 September 2001 ini tidak hanya menargetkan menara kembar WTC, namun juga Pentagon dan sebuah lapangan di dekat Shanksville. Lebih 5,5 miliar dolar AS telah dihabiskan untuk kompensasi korban dan orang-orang yang berpotensi memiliki masalah kesehatan akibat 9/11.

Sebagai informasi, peristiwa 9/11 menjadi titik balik bagi kebijakan keamanan di hampir seluruh negara dunia. Perisiwa yang AS anggap sebagai teror ini kemudian mengubah haluan kebijakan keamanan dan luar negeri AS.

Akibatnya, “war of teror” bergema ketika AS melakukan invasi diberbagai negara seperti Afganistan. 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya