Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Sering Blunder Di Periode Pertama, Jokowi Harus Pilih Orang Dekatnya Jadi Jubir

RABU, 11 SEPTEMBER 2019 | 10:40 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Komunikasi politik pemerintahan Joko Widodo selama ini dinilai memiliki kelemahan yang sangat kentara. Banyak orang di lingkaran Jokowi berbeda pandangan dan berujung blunder seringkali terjadi dalam 5 tahun terakhir.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rifan saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (11/9).

Ali Rifan menjelaskan, idealnya yang mewakili Istana ke publik adalah seorang jurubicara Presiden. Tujuannya agar informasi ke masyarakat menjadi terpusat.


"Jujur harus diakui, itulah salah satu kelemahan kepemimpinan Jokowi di periode pertama. Soal komunikasi yang belum terintegrasi. Antar menteri saling sindir, dan bahkan menteri dengan presiden beda pandangan (data)," paparnya.

Ali menyebut, di periode kedua nanti komunikasi dari Istana harus lebih jelas. Jokowi, kata Ali, harus benar-benar memilih orang yang dekat dan memahami gesture dan bahasa politik mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
 
"Di periode kedua komunikasi harus lebih clear. Fungsi jubir presiden adalah menyampaikan berbagai komentar resmi atas nama presiden. Ia mewakili presiden di publik. Ini penting untuk menerjemahkan isi kepala sang presiden," tambahnya.

Selain itu, Ali Rifan meminta Jokowi memilih seorang jubir yang berintegritas dan hati-hati dalam menyampaikan setiap informasi ke publik. "Integritas di publik juga jadi syarat penting, karena dia mewakili presiden," pungkasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya