Berita

Ilustrasi lukisan Sultan Muhammad Al Fatih/Istimewa

Jaya Suprana

Sultan Muhammad Al Fatih

RABU, 11 SEPTEMBER 2019 | 08:55 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SASTRAWAN Irlandia, Bram Stoker menciptakan tokoh vampir fiktif bernama Drakula. Konon Bram Stoker menciptakan Drakula akibat terinspirasi oleh seorang pangeran Transilvania bernama Vlad III.

Sang Pangeran Transilvania, yang kini termasuk wilayah Rumania, tersohor atas kekejamannya terhadap musuh yang dikalahkannya. Dalam sejarah Eropa Timur, Vlad III tercatat sebagai lawan tergigih Mehmed II.

Penakluk Konstantinopel
Setiap kali saya berkunjung ke Istanbul, senantiasa teringat kepada Mehmed II sebagai penguasa Utsmani penakluk Konstantinopel mengakhiri kekaisaran Bizantium pada tahun 1453. Mehmed II adalah nama alias Sultan Muhammad Al Fatih sebagai putra Sultan Murad menyandang gelar Kaisar Roma (Qayser-i Rûm), berdasarkan klaim gereja Ortodoks Timur bahwa Konstantinopel adalah ibukota kekaisaran Romawi.

Setiap kali saya berkunjung ke Istanbul, senantiasa teringat kepada Mehmed II sebagai penguasa Utsmani penakluk Konstantinopel mengakhiri kekaisaran Bizantium pada tahun 1453. Mehmed II adalah nama alias Sultan Muhammad Al Fatih sebagai putra Sultan Murad menyandang gelar Kaisar Roma (Qayser-i Rûm), berdasarkan klaim gereja Ortodoks Timur bahwa Konstantinopel adalah ibukota kekaisaran Romawi.

Setelah Konstaninopel, Mehmed II melanjutkan penaklukannya ke Anatolia di Eropa Tenggara hingga ke Barat sampai ke Bosnia. Di Transilvania yang kini masuk wilayah Rumania, Mehmed II sempat gigih diadang oleh Vlad III.

Dalam lembaran sejarah Islam, Sultan Muhammad Al Fatih tercatat sebagai pemimpin agung setara Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi sebagai penakluk Jerusalem dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz penakluk tentara Mongol pada pertempuran Ain Al-Jalut.  

Istanbul
Di Konstaninopel yang kemudian beralih-nama menjadi Istanbul, Mehmed II melakukan reformasi politik dan sosial serta mendorong kemajuan seni dan ilmu pengetahuan. Pada akhir masa pemerintahannya Mehmed II membangun Istanbul untuk menjadi ibukota kesultanan Ottoman.

Sultan Muhammad Al Fatih memperkenalkan istilah politik ke dalam bahasa Arab "Siyasah" pada sebuah buku yang ia tulis. Dia mengumpulkan seniman Italia, humanis, dan cendekiawan Yunani di istananya. Mengizinkan Gereja Bizantium untuk terus berfungsi, maka menginstruksikan Gennadius untuk menerjemahkan doktrin Kristen ke dalam bahasa Turki. Lalu memanggil Gentile Bellini dari Venesia untuk melukis potret Mehmed II  serta lukisan dinding Venesia yang sayang telah hilang.

Mehmed II mendirikan sebuah perpustakaan yang mencakup karya-karya tulis dalam bahasa Yunani, Persia, dan Latin. Sultan Muhammad Al Fatih mengundang ilmuwan dan astronom Muslim seperti Ali Qushji memulai pendirian sebuah Universitas, membangun masjid (misalnya Masjid Fatih ), sistem pengairan serta Istana Topkapi.

Di sekitar masjid agung Istanbul ia mendirikan delapan madrasah, yang selama hampir seabad, mempertahankan peringkat sebagai lembaga pengajaran tertinggi ilmu-ilmu Islam di seluruh dunia.

Kebebasan Beragama

Mehmed II memberikan kebebasan beragama kepada rakyatnya. Setelah penaklukannya di Bosnia pada 1463, ia mengeluarkan nama samaran Milodraž kepada para Fransiskan Bosnia, memberi mereka kebebasan beragama di dalam kekuasaan kesultanan Ottoman, menawarkan ibadah di gereja-gereja dan biara-biara tanpa ancaman penistaan apalagi penganiayaan.

Warga kurang mampu ekonomi tetapi kuat ragawi direkrut menjadi tentara, bahkan pengawal pribadi Sultan Muhammad Al Fatif. Mehmed II mendirikan millet atau komunitas keagamaan otonom, dan menunjuk Gennadius Scholarius sebagai pemimpin agama bagi umat Nasrani Ortodoks di Istanbul.

Pengaruh otoritas Mehmed II meluas ke semua Nasrani Ortodoks serta para pemukim Muslim dan Yahudi di Eropa Timur sampai Italia, kecuali Genoa dan Venezia. Kebijakan Mehmed II  merupakan pengawasan terhadap kaum Nasrani sambil memungkinkan mereka merasa relatif otonom.

Sultan Muhammad Al Fatih mewujudkan ramalan hadits Ahmad Bin Hanval al Musnad menjadi kenyataan “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baiknya pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baiknya pasukan.”

Penulis adalah pembelajar sejarah dunia.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya