Berita

Diskusi "Sohbet Demokrasi"/Net

Politik

Pemindahan Ibukota Indonesia Didiskusikan Di Turki: Jangan Sampai Jadi Beban Utang Baru!

SELASA, 10 SEPTEMBER 2019 | 10:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Isu pemindahan ibukota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur menarik perhatian diaspora Indonesia yang berada di Turki. Banyak yang mempertanyakan kesiapan pemerintah Indonesia dalam rencana tersebut. Merespon hal itu, KAMMI Turki menggelar forum diskusi "Sohbet Demokrasi" di Ankara, Turki, Minggu (8/9).

Diskusi tersebut mengangkat tema "Refleksi Pemindahan Ibukota Bangsa Turki: Dari Konya Hingga Ankara" menghadirkan Fauzi Ahmad (kandidat Master Urban and Regional Planning Studies-Gazi University) sebagai narasumber.

"Saya mendukung pemecahan fungsi Jakarta dalam rencana pemindahan ibukota. Saat ini semua beban menumpuk di Jakarta baik sebagai kota administrasi politik, kota bisnis ataupun hub internasional," kata Fauzi mengawali diskusi.


"Namun apabila perekonomian negara sedang sulit dan adanya ancaman resesi global, ada baiknya pemerintah realistis untuk membuat roadmap pembangunan dalam waktu 10-15 tahun. Pemerintah tidak perlu terburu-buru seperti sedang dikejar penagih hutang," tegas alumnus Fakultas Teknik UGM tersebut.

Dia juga mempertanyakan besarnya anggaran dalam proyek tersebut. "Belum lagi anggaran yang diprediksi mencapai Rp 466 triliun, hanya sekitar 19 persen yang akan dicover oleh APBN. Sisanya akan dibuka untuk kerjasama dan investasi swasta," kata Fauzi.

"Dalam perencanaan proyek, sudah jamak terjadi bahwa realisasi akan lebih besar dari perencanaan. Jangan sampai proyek mercusuar ini akan menjadi beban utang baru yang membebani rakyat di masa depan," ujarnya menambahkan.

Salah seorang peserta diskusi, Riza Muarrif, juga mempertanyakan signifikansi pemindahan ibukota saat ini.

"Apakah memang mendesak ibukota untuk dipindah segera? Ada masalah lain yang mendesak untuk diselesaikan seperti defisit BPJS, utang luar negeri dan tingginya angka pengangguran," ucapnya.

Mahasiswa doktoral Ankara University tersebut menambahkan, pemindahan ibukota memang penting, tetapi pemerintah juga harus segera mengatasi masalah ekonomi tersebut. Bukannya menambah utang lagi dengan megaproyek ibukota baru.
 
Terkait dengan Sohbet Demokrasi, Ketua Majelis Pertimbangan KAMMI Turki, Adhe Nuansa Wibisono menjelaskan, KAMMI Turki mengadakan diskusi ini sebagai agenda perdana sekaligus soft launching KAMMI Turki kepada diaspora Indonesia yang ada di Turki.

"Kehadiran forum ini menunjukkan bahwa diaspora Indonesia yang berada di luar negeri juga tetap concern dengan perkembangan politik di tanah air. Forum ini akan mengawali berbagai aktivitas dan program lainnya dari KAMMI Turki. Saat ini KAMMI Turki sudah mulai berkembang dan memiliki puluhan anggota yang tersebar pada berbagai universitas di seluruh Turki," demikian Wibisono.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya