Berita

Masinton Pasaribu/Net

Politik

Masinton: KPK Bertindak Inkonstitusional Menentang Keputusan Negara

SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 | 16:40 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komisi III DPR RI berharap perilaku pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 tidak seperti pimpinan saat ini.

Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu menyebut perilaku pimpinan saat ini sebagai perilaku anarko. Hal ini seiring aksi penolakan KPK terhadap revisi UU 30/2002 tentang KPK.

"Ini cara berpikir teman-teman KPK ini sudah anarko. Bertindak inkonstitusional, menentang keputusan negara," ujarnya di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9).


Tidak hanya kali ini saja KPK bereaksi atas keputusan DPR. Penolakan KPK, kata Masinton, juga pernah terjadi saat pembentukan Pansus Angket KPK untuk mendalami kasus e-KTP. Padahal, baik revisi dan hak angket adalah kewenangan DPR yang diatur dalam UU.

"Saya kasih contoh, KPK apapun keputusan negara selalu ditolak. DPR membuat pansus penyelidikan, ditolak. DPR berencana melakukan revisi, ditolak," jelasnya.

Bukan sekadar pada pimpinan KPK saja. Masinton berharap perilaku tersebut tidak ditiru lembaga lain karena akan berdampak tatanan sistem negara.

"Bisa dibayangkan kalau semua institusi negara, pelaksana UU menantang keputusan negara, menantang keputusan politik negara baik DPR maupun presiden," pungkasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya