Berita

Pencarian bakat bulu tangkis/Net

Olahraga

Go Indonesia: Pernyataan Ketua KPAI Cuma Retorika Kosong

SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 | 13:57 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ajang pencarian bakat pebulutangkis muda yang biasa digelar PB Djarum Kudus akan diakhiri pada tahun 2020.

Keputusan PB Djarum yang mengejutkan tersebut disinyalir sebagai respon atas tuduhan eksploitasi anak-anak dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Banyak pihak yang menyayangkan tudingan KPAI terhadap PB Djarum tersebut. Di antaranya, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) dan Generasi Optimis (GO) Indonesia


Terlebih, penghentian ajang pencarian bakat pebulutangkis muda itu terjadi di tengah sulitnya regenerasi pebulutangkis Indonesia.

"Di saat kami berjuang mempopulerkan bulutangkis, sebagian pihak ingin menyetop. Kalau tidak ada suplai dari bawah (klub) siapa yang akan membantu PBSI untuk menjaring bibit-bibit?" kata Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI, Susi Susanti, Minggu (8/9).

Sejalan dengan pemikiran Susy, Sekretaris Jenderal GO Indonesia, Tigor Mulo Horas Sinaga menyatakan polemik yang dipicu oleh KPAI berisiko mematikan ikhtiar pembibitan atlet bulutangkis yang sudah berlangsung 50 tahun.

"Tudingan dari KPAI itu sudah mencederai nama baik PB Djarum. Karena tudingan “eksploitasi anak” itu sudah seperti pembunuhan karakter dan integritas PB Djarum," Kata Horas kepada wartawan, Senin (9/9).

"Padahal justru PB Djarum ini adalah salah satu markas para pahlawan bulutangkis nasional," sambungnya.

Horas menganggap pernyataan Ketua KPAI Susanto yang menyebut pihaknya tidak memberhentikan audisi bulutangkis dan justru mendorong semua pihak agar mendukung anak-anak Indonesia sebagai retorika kosong.

"Pernyataan ketua KPAI itu, suatu bentuk “defense mechanism” atau pembelaan diri dari KPAI akibat banyaknya pihak yang geram dengan tudingan KPAI terhadap PB Djarum," sambungnya.

Kata Horas, posisi KPAI saat ini tampak tersudutkan oleh blunder yang mereka lakukan sendiri. Tudingan bahwa PB Djarum melakukan ekploitasi anak adalah tudingan serius yang lahir dari penafsiran sepihak dari KPAI.

"Padahal para atlet alumni PB Djarum dan orang tua mereka tidak ada yang merasa dieksplotasi," tegasnya.

Horas juga melihat bahwa saat ini ada upaya dari KPAI untuk "cuci tangan" dan membenturkan PB Djarum dengan regulasi.

Argumen yang KPAI gunakan tersebut tidak tepat waktu jika dipakai dalam situasi yang sudah memanas seperti ini.

"Selama ini tidak ada anak yang dieksploitasi oleh PB Djarum, jadi siapa yang dieksploitasi? Justru para orang tua bangga putra-putrinya bisa masuk pelatihan PB Djarum," tutupnya. 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya