Berita

I Nyoman Dhamantra/Net

Hukum

Semua Parpol Berkepentingan Revisi UU KPK, Termasuk Suap Impor Bawang Putih Yang Menjerat Kader PDIP

SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 | 13:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Di balik rencana revisi UU KPK disinyalir ada pihak-pihak yang gerah dengan sejumlah kasus yang tengah dibidik KPK. Salah satunya, kasus suap impor bawang putih yang menjerat kader PDIP I Nyoman Dhamantra dan sejumlah pihak swasta.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin tidak membantah penilaian itu. Apalagi, usulan revisi itu telah disetujui oleh semua fraksi di DPR termasuk PDIP.

"Semua kasus kader partai yang ada di DPR, luar DPR atau pun kepala daerah, mereka kan yang banyak ditangkap KPK, termasuk ketua umum partai, sekjen partai, menteri dari partai. Oleh karena itu, partai-partai melalui kadernya di DPR untuk merevisi UU KPK. Agar KPK lemah dan mandul," kata Ujang kepada redaksi, Senin (9/9).


Selain itu, Ujang menyebut sejumlah poin dalam draft revisi UU KPK banyak yang mengarahkan lembaga antirasuah menjadi lemah. Karenanya, diduga kuat bahwa latar belakang digulirkannya revisi UU KPK lantaran banyak pihak yang merasa gerah dengan kinerja KPK selama ini.  

"Semua partai terlibat dalam revisi UU KPK. Yang pasti dan yang jelas revisi UU KPK merupakan bentuk pelemahan terhadap KPK dari DPR. Dari semua partai yang ada kadernya di Senayan, mereka tak mau KPK kuat seperti saat ini. Mereka ingin KPK lemah," ungkap Ujang.

"Ya tadi. Mereka (DPR) tidak ingin kasus-kasusnya terungkap oleh KPK," imbuhnya menambahkan.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, dirinya enggan berspekulasi soal 'akal-akalan' DPR yang ngotot merevisi UU KPK. Saut hanya menyebut bahwa pihaknya sudah memahami pola-pola yang dilakukan oleh DPR.

"Kalau berspekulasi tentang background (latar belakang revisi), kita akan sesat dan masuk dalam perdebatan analisis-analisis. Yang paling penting adalah kita bicara faktanya, indikasinya dia (revisi UU KPK) akan semakin lemah ya harus ditolak," tegas Saut.

"Soal apa backgroundnya, siapa yang bermain, dan kenapa dia bermain, itu semuanya kan sudah bida dipahami," demikian Saut menegaskan.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya