Berita

Salah satu aksesoris yang digunakan pengunjuk rasa/CNA

Dunia

Desak AS Campur Tangan, Pengunjuk Rasa: Make Hong Kong Great Again

SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 | 06:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ribuan pengunjuk rasa anti-pemerintah di Hong Kong mencari cara lain untuk mencapai tujuan mereka.

Kali ini, pada aksi yang digelar akhir pekan kemarin (Minggu, 8/9), ribuan pengunjuk rasa Hong Kong meneriakkan lagu kebangsaan Amerika Serikat dan meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk "membebaskan" wilayah tersebut.

Bahkan banyak di antara pengunjuk rasa yang membawa plakat atau topi bertuliskan "Make Hong Kong Great Again" yang merupakan slogan kampanye Trump semasa pemilu 2016 lalu.


Ini adalah gebrakan baru dalam serangkaian demonstrasi berlarut-larut yang terjadi di wilayah itu.
 
"Berjuang untuk kebebasan, berdirilah bersama Hong Kong," teriak massa sebelum menyerahkan petisi di Konsulat Amerika Serikat.

"Tolak Beijing, membebaskan Hong Kong," sambungnya seperti dimuat Channel News Asia.

Amerika Serikat sediri diketahui sangat memperhatikan perkembangan yang terjadi di Hong Kong. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper mendesak China untuk menahan diri di Hong Kong, yang merupakan wilayah bekas koloni Inggris yang kembali ke pemerintahan China pada tahun 1997.

Seruan itu disampaikan Esper di Paris ketika polisi di Hong Kong mencegah pengunjuk rasa menghalangi akses ke bandara dan menembakkan gas air mata pada pengunjuk rasa di distrik padat penduduk, Mong Kok.

Bulan lalu Trump menyarankan agar China harus secara manusiawi menyelesaikan masalah di Hong Kong sebelum kesepakatan perdagangan dicapai dengan Amerika Serikat.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Pasutri Pura-pura Jadi Korban Begal Gegara Terlilit Utang

Selasa, 14 Juli 2026 | 02:15

Kasus Korupsi Febrie Adriansyah Mendunia

Selasa, 14 Juli 2026 | 02:02

Seleksi JPT Pratama Digugat, GHARIS Seret Pemkot Tangsel ke PTUN

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:47

Prabowo Bergerak Cepat Cegah Friksi TNI, Polri dan Kejaksaan

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:10

Bongkar Dugaan Bunker Jokowi di Solo dan Karanganyar

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:00

DPR Didesak Investigasi Proyek Jarkompenas AirNav

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:38

Semifinal Piala Dunia, Iran vs Amerika, Wasitnya Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:12

Operasi Pendinginan Kapolri-Jaksa Agung Mengaburkan Akuntabilitas Perkara

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:00

Pernyataan Juri Ardiantoro soal Pengelolaan Aset Negara di Kemayoran Tuai Apresiasi

Senin, 13 Juli 2026 | 23:54

235 Bus Sekolah Gratis Layani Pelajar Jakarta

Senin, 13 Juli 2026 | 23:40

Selengkapnya