Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Amburadul Di Periode Pertama, Jokowi Harus Dibantu Minimal Lima Jubir

SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 | 05:26 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Presiden Joko Widodo harus segera berbenah diri dalam menghadapi pemerintahan di periode kedua. Sebab berkaca periode 2014-2019, pemerintahan Jokowi seakan tak punya 'pintu' yang jelas.

Salah satu yang disoroti adalah soal penunjukan jurubicara presiden.

Di periode pertama, pengamat politik Adi Prayitno mengkritisi ketidakjelasan jurubicara yang ditunjuk presiden dalam memberikan informasi soal dinamika yang terjadi kepada masyarakat.


Mulai dari masalah ekonomi, isu kebhinekaan, hingga masalah terbaru soal kerusuhan Papua yang tak termanajemen dengan baik.

"Hampir semua pembantu Jokowi bicara soal Papua, dari mulai Kepala Staf Presiden (Moeldoko), menteri, sampai jurubicara yang terkenal sebagai ulama (Ali Mochtar Ngabalin) ini bicara semua," kata Adi saat berbincang dengan redaksi beberapa saat lalu.

Menurutnya, kerja sistem 'keroyokan' tersebut sangat tidak efektif untuk sekelas kepala negara. Ia pun berpandangan hilangnya sosok jurubicara sentral Istana usai Johan Budi tenggelam dan memilih berkontestasi di Pemilu melalui kendaraan politik PDIP.

"Memang sejak Johan Budi ngilang itu seakan kita lihat manajemennya amburadul, acak-acakan," sambungnya.

Atas dasar itu, ia pun menyarankan kepada Presiden Joko Widodo yang akan kembali memerintah bersama dengan Wapres KH Maruf Amin berbenah diri dalam membereskan keberadaan jubir.

Ia mengusulkan, periode kedua Jokowi memerlukan sedikitnya lima jubir yang dibagi dalam beberapa persoalan.

"Misal soal politik ada Jubir sendiri, kemudian soal keagamaan ditunjuk siapa yang bicara, dari sisi ekonomi siapa. Minimal lima lah karena tugas presiden kan memang tidak mudah," tandasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya