Berita

Ilustrasi Gedung KPK/Net

Politik

Menunggu Revisi UU, Menanti Kegelapan Menyelimuti KPK

SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 | 02:53 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan banyak menemui kesulitan dalam memberantas tindak pidana korupsi. Hal itu berkenaan dengan sikap fraksi di DPR yang sepakat dengan revisi UU 30/2002 tentang KPK.

"KPK akan diselimuti kegelapan ketika revisi UU KPK yang isinya dapat melumpuhkan KPK disetujui," kata Jurubicara KPK, Febri Diansyah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (8/9).

Ia menambahkan, lembaga antirasuah akan makin terjerembab usai Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK justru meloloskan sosok yang dianggap memiliki rekam jejak bermasalah.


10 nama capim KPK saat ini sudah masuk ke DPR untuk dilakukan uji kelayakan setelah sebelumnya disetor ke Presiden Joko Widodo.

Mantan anggota Indonesian Corruption Watch (ICW) itu berpandangan, DPR sebagai wakil rakyat harus sebaik mungkin melakukan uji kelayakan demi pemberantasan korupsi ke depan.

"Kegelapan bertambah jika kursi pimpinan diisi orang-orang  bermasalah," tambahnya.

Ada beberapa poin dalam revisi UU KPK yang menjadi persoalan. Yang paling menjadi perhatian adalah soal penyadapan.

Penyadapan oleh KPK nantinya hanya dapat dilakukan setelah ada izin dari Dewan Pengawas. Sementara itu, Dewan Pengawas dipilih oleh DPR dan harus menyampaikan laporannya pada DPR setiap tahunnya.

Selain itu, penyadapan diberikan batas waktu 3 bulan. Padahal dari pengalaman KPK menangani kasus korupsi, proses korupsi yang canggih akan membutuhkan waktu lama dengan persiapan yang matang.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya