Berita

Erdogan/Net

Dunia

Erdogan Protes, AS Kirim 30 Ribu Senjata Ke Wilayah Kurdi Suriah

MINGGU, 08 SEPTEMBER 2019 | 09:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengecam Amerika Serikat karena kembali menegaskan dukungan terhadap kelompok pejuang Kurdi atau YPG di Suriah bagian utara.

Dia mengatakan bahwa Washington terlalu berlebihan terhadap militan YPG di wilayah tersebut.

Dalam sebuah pidato akhir pekan ini (Sabtu, 7/9), Erdogan mengatakan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam atas langkah Amerika Serikat memasok lebih dari 30 ribu senjata, peralatan dan truk yang dipenuhi amunisi ke Suriah utara di mana kelompok Kurdi itu beroperasi.


Dalam pernyataan yang diliput di situs web kepresidenan Turki, dalam pidato kepada anggota Partai AK yang berkuasa di kota Eskisehir, Erdogan mengkritik Amerika Serikat karena kurangnya komitmen untuk berjanji tentang pengaturan zona aman di Suriah di sepanjang perbatasan Turki.

Dia berjanji akan memilah masalah dengan Amerika Serikat selama pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di New York akhir bulan ini.

"Kita harus menyelesaikan ini. Ada perbedaan antara apa yang dikatakan dan apa yang telah dilakukan," kata Erdogan, seperti dimuat Reuters.

Diketahui bahwa Turki memandang pejuang Kurdi YPG Suriah sebagai perpanjangan dari militan Kurdi sendiri. Karena itu Turki bersikeras bahwa Amerika Serikat harus mengakhiri dukungannya terhadap kelompok itu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya