Berita

Indriyanto Seno Adji nilai KPK sudah seharusnya punya Dewan Pengawas/Net

Politik

Eks Plt Pimpinan KPK: Lembaga Seperti KPK Perlu Dewan Pengawas

MINGGU, 08 SEPTEMBER 2019 | 01:06 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Keberadaan Dewan Pengawas bagi sebuah lembaga superbody seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai sebagai sebuah kewajaran. Wacana itu pun tertera dalam draft revisi UU Nomor 30/2002 tentang KPK.

Begitu kata mantan Pelaksana tugas (Plt) Pimpinan KPK, Indriyanto Seno Adji, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/9).

"Dewan Pengawas adalah sesuatu yang wajar (bagi KPK). Karena pada negara demokrasi, bentuk auxiliary state body seperti KPK, disyaratkan adanya badan pengawas yang independen. MA dengan KY, Polri dengan Kompolnas, Kejaksaan dengan Komjak," kata Indriyanto.


Selain soal Dewan Pengawas, Indriyanto juga menyoroti surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Kewenangan mengeluarkan SP3 ini bertujuan untuk memenuhi asas kepastian hukum dan keadilan. SP3 ini bisa diterapkan dalam kondisi yang limitatif dan eksepsional sifatnya.

"Misalnya saja seorang ditetapkan tersangka saat proses penyidikan dan kemudian menderita sakit yang secara medis dinyatakan unfit to stand trial secara permanen (tidak layak diajukan ke pengadilan), maka orang tersebut harus dihentikan penyidikannya," jelas Indriyanto.

Guru Besar Hukum Universitas Indonesia ini menilai inisiatif DPR atas revisi UU KPK memiliki pendekatan filosofi keadilan, yang menghendaki adanya suatu rehabilitasi sistem pemidanaan yang tidak semata-mata bicara soal deterrent effect (efek jera).

Menurutnya, dari kasus-kasus korupsi yang ditangani sampai hari ini, pola dan cara penindakan dengan efek jera tidak memberikan manfaat pengembalian optimal keuangan negara.

"Karena itu filosofi pencegahan dengan rehabilitasinya menjadi basis yang utama," tandas Indriyanto.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya