Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Harapan Rakyat Papua

SABTU, 07 SEPTEMBER 2019 | 06:24 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KEMAUAN dan kemampuan mencari demi menemukan sumber masalah merupakan syarat dasar kelirumologis demi menanggulangi masalah. Kekeliruan yang tidak ditemukan mustahil bisa dikoreksi.

LIPI
 
Syukur alhamdullilah, LIPI telah melakukan diagnosa terhadap masalah Papua bahkan sudah memberikan laporan hasil diagnosa tersebut. Maka sebaiknya  pemerintah Indonesia berkenan menyimak laporan Tim Kajian Papua LIPI yang tersurat dan tersirat di dalam buku Papua Road Map 2009.


Hasil kajian LIPI tersebut menemukan empat sumber masalah di Papua yaitu persoalan sejarah dan status politik, kegagalan pembangunan, marjinalisasi serta pelanggaran hak asasi manusia.

Mengingat empat sumber masalah Papua pada hakikatnya bukan eksplisit masalah keamanan maka adalah kurang tepat apabila masalah Papua ditanggulangi hanya melalui jalur keamanan oleh aparat keamanan saja. Ibarat sakit kepala kurang tepat apabila diobati dengan obat diare apalagi pil anti hamil.

Harapan


Berdasar fakta pada Pilpres 2019 90 persen (!) rakyat Papua antusias memilih Joko Widodo untuk menjadi presiden RI masa bakti 2019-2024, dapat disimpulkan bahwa harapan rakyat Papua lebih tertumpu pada Presiden ketimbang Menko Polhukam atau Panglima TNI atau Kapolri.

Dari pembicaraan pribadi dengan Presiden Jokowi, saya juga dapat menyimpulkan bahwa beliau tulus peduli nasib rakyat Papua.

Maka sebenarnya harapan rakyat Papua cukup sederhana saja yaitu diberi kesempatan untuk berjumpa, bersilaturahmi, berdiskusi, bermusyawarah-mufakat mencari solusi permasalahan langsung dengan presiden yang telah mereka pilih demi bukan memerintah namun mengabdikan diri kepada kepentingan rakyat Papua.

Makan Siang

Syukur alhamdullilah, 3 September 2019 Presiden Jokowi telah mengundang para pemenang Festival Gapura dari Nduga dan Yapen untuk makan siang bersama di Istana Merdeka. Diharapkan silarurahmi itu akan berlanjut.

InsyaAllah, Presiden Jokowi juga akan berkenan mengundang para tokoh masyarakat Papua yang terlibat langsung dalam perselisihan paham di Papua untuk makan siang bersama di Istana Merdeka selaras suka adiluhur Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Merdeka!

Penulis adalah rakyat Indonesia.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya