Berita

Aksi "Rantai Manusia"/RMOL

Politik

Gertak Dukung Aksi "Rantai Manusia", Tolak Revisi UU KPK!

JUMAT, 06 SEPTEMBER 2019 | 18:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Gerakan Rakyat Tolak Aktor Koruptor (Gertak) mendukung ratusan pegawai KPK melakukan aksi simbolik "Rantai Manusia" menolak revisi UU KPK di lobi Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Jumat (6/9).

Pegawai KPK mengenakan baju serba hitam berbaris membawa payung bertuliskan "Tolak RUU KPK" dan "Pelanggar Etik Dilarang Masuk KPK". Sedangkan yang lainnya membawa poster bertuliskan "Save KPK" hingga "Pak Jokowi Dimana?".

Di depan pintu masuk, pegawai KPK membentangkan garis line warna hitam-merah bertuliskan "Dilarang Melewati Batas Pelanggar Etik". Mereka juga sembari bernyanyi di atas panggung.


Aksi juga dihadiri Wakil Ketua KPK Saut Situmorang penyidik KPK Novel Baswedan, dan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo. Salah satu pegawai KPK Budi berorasi meminta menolak revisi UU KPK. Revisi UU KPK pun harus dilawan.

"Hanya ada satu kata kawan-kawan, lawan!" kata sang orasi. "Lawan," teriak seluruh pegawai KPK yang mengepalkan tangan ke atas.

Ketua Gertak Tohenda mengatakan, revisi UU KPK merupakan lonceng kematian bagi KPK dan melemahkan pemberantasan korupsi di Indonesia. Revisi UU ini dinilai tidak diperlukan dan meminta kepada DPR untuk mengakomodir aspirasi rakyat yang menolak revisi.

Tentu revisi ini merupakan bagian yang patut diduga melumpuhkan KPK sekaligus memupus harapan rakyat Indonesia terhadap masa depan pemberantasan korupsi.

"Padahal saat ini tidak ada masalah krusial di KPK sehingga harus ada kebutuhan revisi UU KPK," demikian Tohenda.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya