Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Pimpinan KPK Di Tangan DPR Bukan Jokowi, Pegawai KPK Salah Alamat

JUMAT, 06 SEPTEMBER 2019 | 07:26 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Pengamat hukum dari Universitas Airlangga (Unair), Emanuel Sujatmoko meminta pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bersikap netral terhadap Calon Pimpinan (Capim) KPK yang diseleksi Panitia Seleksi (Pansel).

Statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), maka harusnya pegawai KPK tidak ikut-ikutan menolak terhadap Capim KPK.

"Teman-teman pegawai KPK harusnya netral, tidak boleh bersuara (ada Capim KPK yang diduga bermasalah). Pegawai KPK itu seperti pegawai negeri sehingga harus netral. Kalau sudah bersuara keras seperti itu berarti ada keberpihakan," ujar Emanuel kepada wartawan, Kamis (5/9).


Emanuel menegaskan, proses seleksi Capim KPK yang dilakukan Pansel telah berlangsung transparan dan terbuka semua.

Hasil seleksi telah mengerucut ke 10 nama dan akan menjalani fit and proper test di DPR. Oleh karena itu, yang menentukan 5 dari 10 Capim KPK yang terpilih menjadi Pimpinan KPK adalah di DPR bukan di pihak Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Sebetulnya yang sangat menentukan ada di DPR bukan di Presiden. Karena nanti fit and proper test ada seleksi yang dilakukan DPR. Dari 10 capim KPK ditetapkan menjadi 5 pimpinan KPK," jelasnya.

Emanuel menuturkan, selama ini seolah-olah ada pihak yang menyerang Presiden dan menyalahkan tim Pansel terkait 10 nama Capim KPK yang diduga di antaranya bermasalah. Padahal berdasarkan penilaiannya, Pansel telah bekerja cukup fair dan terbuka. Istilah dugaan-dugaan terkait di antara 10 nama Capim KPK juga tidak bisa dianggap perbuatan melanggar hukum

"Kita kan asas praduga tidak bersalah. Kalau itu dari pegawai KPK sendiri kenapa tidak dilakukan penangkapan dari dulu-dulu. Bukan hanya diduga-duga saja. Itu kan artinya tidak fair play. Kita kan negara hukum ya kembali ke negara hukum. Kalau dugaan kan hanya sangkaan. Kalau sangkaan itu belum tentu benar," urainya.

Dalam kesempatan ini, Emanuel juga tidak sepakat jika ada isu kelompok oposisi akan menjegal kinerja Pansel Capim KPK. Walaupun saat ini ada banyak juga kelompok atau pressure group yang bekerja supaya orang-orang dari kelompoknya yang bisa masuk menjadi Capim KPK.

"Itu sebenarnya yang saya lihat," katanya.

Saat ini, 10 nama Capim KPK telah masuk ke DPR.  Sepuluh nama yang dinyatakan lolos seleksi adalah, Alexander Marwata (pimpinan KPK), Firli Bahuri (Polri), I Nyoman Wara (auditor), Johanis Tanak (Jaksa), Lili Pintauli Siregar (advokat), Luthfi Jayadi Kurniawan (dosen), Nawawi Pomolango (hakim), Nurul Ghufron (dosen), Roby Arya (PNS), dan Sigit Danang Joyo (PNS).

Selanjutnya, DPR RI melalui Komisi III akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap 10 nama calon pimpinan KPK untuk memilihnya menjadi lima nama.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya