Berita

Keluarga terduga teroris di Palu/Net

Presisi

Ditegaskan, Tidak Ada Pelecehan Saat Densus 88 Gerebek Teroris Di Palu

KAMIS, 05 SEPTEMBER 2019 | 18:10 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Tidak ada pelecehan saat tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri melalukan operasi penangkapan terhadap terduga teroris di Palu, Sulawesi Tengah.

Penegasan itu disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Kabayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/9).

"Sudah saya konfirmasi langsung ke Densus 88, hal itu tidak benar," kata Dedi.


Dedi menyampaikan, prosedur Densus 88 dalam penggerebekan memang tergolong ekstra ketat. Pasalnya, belajar dari penangkapan pelaku terorisme di Sibolga, Sumatera Utara beberapa waktu lalu, dimana saat itu istri terduga pelaku teror ternyata memasang bom yang telah dililitkan ke badan.

"Sama dengan Sibolga, masuk dia area body trap, langsung masuk tangkap, diledakin. Itu berlaku universal bukan hanya Indonesia di seluruh dunia pun ketika kita melakukan upaya paksa penegakan hukum ke pelaku teroris, itu harus seperti itu, aspek keselamatan jauh diutamakan," tutur Dedi.

Sebelumnya, istri pelaku terduga teroris yang diamankan di Palu, Sulawesi Tengah mengaku dilecehkan saat Densus melakukan penggerebekan. Istri terduga teroris itu protes karena Densus menerobos masuk saat dirinya belum mengenakan jilbab.

"Saya bilang sabar, saya gunakan jilbab dulu, tapi pintu kos langsung didobrak, ditendang dan mengejar saya ke dalam kamar. Saya belum pake jilbab, tirai kamar dibuka petugas dan saya difoto-foto dan divideo," ungkap Risnawati (30), istri salah seorang terduga teroris, Rabu kemarin (4/9).

Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri melakukan operasi penangkapan terhadap tiga terduga teroris di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu kemarin. Ketiga terduga teroris itu berinisial CA alias Enal, A alias Angga dan AS alias Putra Siregar.

Dijelaskan, keterlibatan tiga tersangka adalah akan bergabung dengan gerbong teroris kelompok JAD Indonesia Timur pimpinan Ali Kalora.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya