Berita

Menkeu Sri Mulyani/Net

Politik

Ichsanuddin Noorsy: Tidak Ada Kejayaan Negara Kalau Modalnya Selalu Utang

KAMIS, 05 SEPTEMBER 2019 | 10:40 WIB | LAPORAN:

Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy menyebut, tidak ada kejayaan sebuah bangsa jika perkembangan suatu negara dibangun dengan bertitik tumpu pada utang.

Demikian yang disampaikan Noorsy menyinggung  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yang selama ini tampak sangat gencar mengelola negara dengan utang.

"Tidak ada kejayaan suatu negara kalau modalnya selalu utang melulu," ungkapnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (5/9).


Noorsy mengaku tak habis pikir kebijakan utang yang dilakukan Sri Mulyani yang diperkuat dengan pernyataan bandingan utang antara Indonesia Jepang dan juga Amerika Serikat (AS).

"Para ekonom-ekonom sekelas Sri Mulyani dan Chatib Basri membandingkan dengan Jepang dan Amerika, yang posisi utangnya juga tinggi. Ada perbedaan mendasar, pertama adalah perekonomian mereka antara sektor keuangan dan sektor riil kuat, kita masih rendah," ujar Noorsy.

"Kedua, pemerintah Jepang dan pemerintahan mereka mengutangnya sama bangsa mereka sendiri, enggak mau ngutang ke bangsa lain," sambung dia.

Noorsy juga menambahkan, Jepang dan Ameriksa memiliki struktur ekspor yang jauh lebih kuat daripada Indonesia.

"Tidak apple to apple membandingkan Indonesia dengan kondisi keuangan Jepang dan kondisi keuangan Amerika, struktur ekspor Jepang dan struktur ekspor Amerika demikian kuat," jelas dia.

"Jadi kalau membandingkan kondisi utang Indonesia dengan kondisi utang Jepang dan kondisi utang Amerika itu membandingkan anak kelas lima SD sama mahasiswa S3," tegasnya.

Mengutip APBNKiTA Agustus 2019, jumlah total utang pemerintah hingga akhir Juli 2019 mencapai Rp 4.603,62 triliun. Sekitar 39 persen diantaranya merupakan utang dalam denominasi valas. Apabila dengan asumsi Produk Domestic Bruto (PDB) per kapita akhir Juli sebesar Rp 15.599,01, rasio utang pemerintah terhadap PDB  menjadi 29,51 persen.

Pemerintah sendiri menegaskan bahwa utang pemerintah telah dikelola dengan aman. Bercermin dengan realisasi rasio defisit per PDB sebesar 1,14 persen yang dinilai masih jauh berada di bawah batas aman 3 persen serta realisasi rasio posisi utang sebesar  29,51 persen yang berada di bawah batas aman. 

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya