Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Kenaikan BPJS Dan Listrik Hilangkan Kegembiraan Publik Saat Pelantikan Jokowi

KAMIS, 05 SEPTEMBER 2019 | 06:40 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Wacana kenaikan iuaran BPJS Kesehatan hingga tarif dasar listrik disinyalir akan menghilangkan pandangan positif publik atas pelantikan Jokowi pada Oktober mendatang.

Begitu dikatakan Peneliti Founding Fathers House, Dian Permata saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (5/9).

"Nah artinya publik lagi senang nih Pak Jokowi menang, gitu kan, terutama pendukungnya. Tiba-tiba di hadiahi seperti itu (rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan). Pasti kecewa, artinya kan dari riset bahwa pendukung Pak Jokowi mayoritas kalangan menengah kebawah," ucap Dian.


Sehingga kata Dian, masyarakat kini sedang dihantui dengan kenaikan-kenaikan harga. Bahkan publik ketakutan jika kenaikan harga merembet ke lain seperti kenaikan harga BBM. Sehingga jika terjadi, bahan pokok juga akan terkena dampaknya.

"Jadi artinya publik dihantui dengan soal kata "naik" nih sekarang ini. Naik (iuran) BPJS (kesehatan) pasti diikuti naik tarif listrik kemudian diikuti kenaikan BBM dan sudah pasti tiga ini akan mengkontrkasi kenaikan harga sembako dan turunannya," jelasnya.

Jika wacana tersebut terus digaungkan oleh pemerintah kata Dian, maka masyarakat merasa tidak punya harapan bahkan bisa berujung  pada tergerusnya rasa senang publik pada Jokowi saat kembali dilantik.

"Ngerinya Oktober nanti tidak ada rasa senang, harapan lantaran sudah di hadiahi dari awal bulan kenaikan harga iuran BPJS, meskipun nanti naik atau tidak itu keputusan politik bisa di parlemen atau bisa diskresi dari Pak Jokowi sendiri," pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya