Berita

Jaya Suprana/Istimewa

Jaya Suprana

Rehabilitasi Machiavelli

RABU, 04 SEPTEMBER 2019 | 08:12 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DALAM menulis buku legendaris berjudul Il Principo, sebenarnya Nicollo Machiavelli tidak berniat menghadirkan citra buruk seperti yang telah terlanjur dicitrakan oleh terminologi Machiavellisme. Di dalam Il Principo, sebenarnya Machiavelli bukan membenarkan penguasa menghalalkan segala cara dalam meraih, mempertahankan, dan mengembangkan kekuasaan. Machiavelli sekadar mengemukakan fakta bagaimana penguasa di Italia pada abad XV (khususnya dinasti Borgia) menghalalkan segala cara demi mewujudkan ambisi kekuasaan mereka.

Akibat mahakarya tulis Machiavelli digemari oleh para tokoh kontroversial seperti Napoleon sampai Mussolini, maka lahirlah istilah Machiavellisme berkonotasi negatif. Nasib nahas Machiavellisme mirip Radikalisme dalam hal digelincirkan ke makna buruk

The Borgias

Berabad kemudian, menjelang akhir dasawarsa ke-2 abad ke-21, sebuah buku ditulis oleh Paul Strathen diterbitkan dengan judul “The Borgias”. Buku ini secara implisit maupun eksplisit berupaya mengoreksi citra negatif yang terlanjur melekat pada Machiavellisme.

Berabad kemudian, menjelang akhir dasawarsa ke-2 abad ke-21, sebuah buku ditulis oleh Paul Strathen diterbitkan dengan judul “The Borgias”. Buku ini secara implisit maupun eksplisit berupaya mengoreksi citra negatif yang terlanjur melekat pada Machiavellisme.

Di satu sisi Paul Strathen membenarkan bahwa keluarga besar Borgia memang mereformasi dan membangkitkan kembali kejayaan peradaban Romawi sebagai patron para genius seperti Leonardo da Vinci, Michaelangelo, Raphael, Dante, Petrarka, dan lain-lain budayawan yang bahkan mempengaruhi sejarah dunia.

Adalah Rodrigo Borgia sebagai Sri Paus Aleksander VI  yang menyebabkan Brasil berbahasa Portugis, sementara negara Amerika Selatan lain-lainnya berbahasa Spanyol. Keberhasilan dinasti Borgia menghadirkan Sri Paus yang sangat berkuasa di Italia era Renaisans mewariskan citra positif mau pun negatif ke masyarakat dunia tergantung dari sisi mana masalah diterawang.

Angkara Murka

Menurut Strathen, Sri Paus Aleksander VI yang semula bernama Rodrigo Borgia menikmati nikmatnya kehidupan duniawi dengan kerap menyelenggarakan pesta pora orgi yang tidak kalah tidak senonoh ketimbang pesta pora orgi Kaisar Caligula, maka kurang layak untuk diungkap secara detail di naskah sederhana ini.

Yang ikut maksimal memanfaatkan kekuasaan Sri Paus Aleksander VI dalam menghalalkan segala cara adalah Cesare Borgia yang konon adalah anak haram Rodrigo Borgia yang kemudian sempat menjadi kardinal. Cesare Borgia yang merupakan tokoh utama  Il Principo sangat tega melakukan pembunuhan demi menyingkirkan lawan maupun teman politik yang dianggap menghalangi ambisi kekuasaan mereka.

Jenasah seorang saudara kandung Cesare Borgia ditemukan mengapung di sungai Tiber,  ipar Cesare dibinasakan, bahkan seorang asisten setia Cesare dipancung merupakan beberapa indikasi angkara murka dinasti Borgia.

Borgianisme

Pendek kata, “The Borgias” tulisan Strathen berupaya mengoreksi citra buruk yang sudah terlanjur ditimpakan secara tidak adil terhadap “Il Principo” tulisan Machiavelli yang kemudian melahirkan terminologi Machiavellisme yang kerap dikelirutafsirkan sehingga terlanjur terstigma dengan konotasi buruk.

Pada hakikatnya secara kelirumologis layak diluruskan bahwa menggunakan istilah Machiavellisme bagi penguasa yang tega menghalalkan secara cara demi meraih kekuasaan sebenarnya merupakan suatu pengistilahan yang tidak benar alias keliru. Istilah yang lebih benar sebenarnya adalah Borgianisme.

Penulis adalah pendiri Pusat Studi Kelirumologi dan Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.


Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya