Berita

Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal/Net

Presisi

Polri: Masyarakat Papua Enjoy Dengan NKRI, Tapi Ada Yang Panasi

SENIN, 02 SEPTEMBER 2019 | 15:44 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Polri sebetulnya telah memetakan bahwa masyarakat Papua dan Papua Barat pada umumnya sangat enjoy alias senang dengan NKRI, namun ada pihak yang sengaja mengkondisikan Papua menjadi sangat mengkhawatirkan.

Begitu yang disampaikan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal kepada wartawan di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Senin (2/9).

"Narasinya ada pihak luar yang mencoba untuk memanas-manasi, dan ada agenda setting lah. Padahal lebih banyak masyarakat Papua sangat damai, dan sangat enjoy dengan NKRI," tegas Iqbal.


Buktinya, sambung Iqbal, hanya empat dari 29 kabupaten atau kota di Papua yang bergejolak, sementara di Papua Barat hanya tiga kabupaten dari 13 kabupaten/kota yang bergejolak.

"Masyarakat Papua dan Papua Barat yang rusuh kemarin mungkin tidak tahu apa-apa. Ini ada indikasi, provokasi-rovokasi yang disetting oleh pihak luar. Kita sudah petakan itu, orang-orangnya sudah kita petakan," demikian Iqbal.

Mantan Wakapolda Jawa Timur ini mengungkap, pihak dari luar Indonesia tersebut memprovokasi sehingga keadaan di tanah Papua terkesan sangat mengkhawatirkan dengan provokasi bahwa masalah permasalahan Papua dapat dibawa ke forum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Yang mencoba untuk meng-amplify suatu keadaan, yang tadinya tidak begitu mengkhawatirkan, menjadi sangat mengkhawatirkan sehingga akan dibahas dalam forum PBB," demikian Iqbal.

Direktorat Jenderal Keimigrasian sebelumnya mendeportasi empat Warga Negara Asing (WNA) asal Australia yang kedapatan ikut dalam aksi demonstrasi yang berujung ricuh di halaman kantor Walikota Sorong pada Agustus lalu.

Keempatnya yakni, Baxter Tom (37), Davidson Cheryl Melinda (36), Hellyer Danielle Joy (31) dan Cobbold Ruth Irene (25). Mereka telah dideportasi melalui Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong dengan menggunakan pesawat Batik Air ID 6197, Senin pagi.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya