Berita

Ilustrasi/Net

Muhammad Najib

Akankah Perang Antara Israel Vs Hizbullah Akan Berulang?

SENIN, 02 SEPTEMBER 2019 | 10:51 WIB | OLEH: DR. MUHAMMAD NAJIB

TAHUN 2006 terjadi perang besar antara Israel dengan Hizbullah di perbatasan antara Israel dan Lebanon. Perang yang berlangsung selama 33 hari ini, dimenangkan oleh Hizbullah.

Untuk menandai kemenangannya ini, Hizbullah mengubah benteng pertahanannya yang berlokasi di bukit Mleeta di kawasan Lebanon Selatan, yang dilengkapi dengan lorong-lorong bawah tanah, menjadi museum.

Museum ini diberi nama sesuai dengan nama desa kawasan tersebut Mleeta, yang sampai kini ramai dikunjungi baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan luar negeri.


Museum Mleeta disamping menawarkan suasana rekreasi yang menarik untuk dikunjungi, mengingat lokasinya yang tinggi sehingga seluruh wilayah Israel bagian Utara terlihat jelas. Bukit ini juga diselumuti oleh hutan yang hijau, dengan udara yang bersih dan cuaca dingin di musium panas.

Museum ini bertambah menarik, karena dilengkapi dengan koleksi puing-puing berbagai peralatan tempur Israel yang berhasil direbut maupun dilumpuhkan. Puing-puing ini ditata sedemikian rupa di lapangan terbuka, yang dibingkai oleh jaring menyerupai bentuk sarang laba-laba (an kabut dalam Bahasa Arab) yang tampak sangat rapih.

Di sini dapat dilihat bangkai tank Merkava buatan Israel yang sangat dibanggakan negara Zionis tersebut, berbagai ukuran peluru rudal yang ditembakkan dari seberang perbatasan, juga drum-drum bertuliskan bahasa Ibrani yang dijatuhkan dari pesawat yang digunakan untuk menuangkan bahan bakar,  kemudian disulut untuk membakar wilayah itu.

Selain itu berbagai peralatan tempur yang digunakan pasukan Hizbullah juga bisa dilihat, mulai radio komunikasi, senjata jinjing, sampai senjata berat seperti rudal dengan berbagai ukuran.

Museum juga dilengkapi dengan auditorium yang digunakan untuk memutar film dokumenter, yang menceritakan bagaimana strategi perang dan kegigihan tentara Hizbullah saat bertempur sehingga menggapai kemenangan.

Secara tidak langsung museum ini digunakan sebagai sarana propaganda bagi pengunjung asing, dan sebagai sarana untuk membangun militansi dan rasa percaya diri bagi pengikut dan simpatisan milisi yang berbendera kuning dengan gambar senjata di bagian tengahnya.

Kini ketegangan diantara keduanya muncul kembali, setelah 2 drone Israel memasuki wilayah Lebanon menjalankan operasinya. Satu drone bersenjata berhasil menyerang kantor berita yang dioperisikan oleh Hizbullah di pinggiran kota Bairut, disamping memporak-porandakan kantor, juga menewaskan dua orang stafnya.  

Sedang drone kedua gagal menjalankan misinya, meledak di udara dan jatuh di lapangan terbuka di kawasan Lebanon Selatan.

Tidak dijelaskan, apakah jatuhnya drone yang kedua akibat ditembak, kerusakan teknis, atau akibat lainnya. Puing-puing dua drone ini telah diserahkan oleh Hizbullah ke Tentara Lebanon.

Hassan Nasrallah yang menjadi orang nomor satu di Hizbullah yang mendapat sokongan penuh dari Iran ini, di hadapan pendukungnya saat memperingati 1 Syura (tahun baru Hijriah) telah bersumpah akan melakukan pembalasan. Nasrallah beralasan, jika dibiarkan maka Israel akan menganggap wilayah udara Lebanon bebas untuk dimasukinya, dan akan mengulangi tindakannya yang dinilai membahayakan rakyat Lebanon.

Di seberang perbatasan nampak pasukan Israel yang dilengkapi dengan peralatan tempur berat dalam keadaan  siaga. Bahkan Perdana Mentri Benyamin Netanyahu yang didampingi oleh seorang komandan lapangan, melakukan wawancara dengan TV setempat dengan latar belakang peralatan tempur di perbatasan.

Akankah pertempuran antara Israel dan Hizbullah terjadi kembali? Kalau terjadi lagi, kali ini siapa yang akan keluar sebagai pemenangnya? Menarik untuk diikuti perkembangannya.

Penulis adalah pengamat politik Islam dan demokrasi.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya