Berita

Presiden Jokowi/Net

Pertahanan

IKB UI Minta Jokowi Tindak Tegas Pelaku Dan Aktor Intelektual Kerusuhan Papua

MINGGU, 01 SEPTEMBER 2019 | 19:45 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kerusuhan massal yang dipicu tindakan rasisme oknum aparat Surabaya mengakibatkan kerusakan fasilitas publik di Papua. Gedung pemerintah dibakar dan fasilitas publik dirusak.

Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia (IKB UI) mendesak Presiden Joko Widodo agar bertindak cepat mengatasi gejolak amuk massa di Papua.

IKB UI juga meminta pemerintah bertindak tegas menegakkan hukum terhadap perusush yang ada di Papua.


"Bertindak tegas menjaga kehormatan negara dan keutuhan NKRI dengan menegakkan hukum terhadap siapapun pelaku kerusuhan, termasuk aktor intelektual dibalik aksi amuk massa itu," demikian keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (1/9).

Selain itu, IKB UI menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk saling bahu membahu menyelesaikan permasalahan di Papua dengan cara damai dan bermartabat.

"Mengedepankan dialog yang jujur, humanis sesama anak bangsa serta memperhatikan kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan seluruh warga negara yang berkelanjutan tanpa dikorupsi oleh birokrasi pusat dan daerah," ulasnya.

IKB UI menilai, Jokowi tampak kurang mampu menjaga keutuhan NKRI, sehingga masalah Papua harus menjadi kerja prioritas pemerintahannya.

Diketahui, IKB UI digagas oleh beberepa tokoh alumni Universitas Indonesia diantaranya Taufik Bahaudin (Dosen UI), Ridwan Saidi (budayawan), Taufik Ismail budayawan), Chusnul Mariyah (aktivis perempuan).


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya