Berita

Bibi Maryam Mausoleum/Ner

Jaya Suprana

Qalhat, Bat, Al Khutm, Al Ayn

MINGGU, 01 SEPTEMBER 2019 | 07:55 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MESKI terletak di kawasan lingkungan alam relatif tidak kondusif dibanding dengan alam subur Indonesia, Kesultanan Oman memiliki cukup banyak perbendaharaan warisan peradaban dan kebudayaan yang mereka banggakan.  

Situs warisan kebudayaan Oman yang tercatat di dalam daftar terbaru Warisan Kebudayaan Dunia UNESCO (2018) adalah situs arkeologikal reruntuhan kota kuno Qalhat di pesisir Oman yang menghadap ke Teluk Oman sebagai lanjutan Laut Arab.

Hormuz


Qalhat terkait dengan sejarah kerajaan Hormuz sebagai sebuah kota kerajaan yang pada waktu setara dengan Dubai masa kini. Kerajaan Hormuz menguasai kawasan selat Hormuz pada abad X sampai dengan XVII dan mengembangkan Qalhat di pesisir Oman sebagai kota yang menguasai jalan masuk ke teluk Persia.

Pada akhir abad XV Qalhat sempat hancur akibat gempa bumi dan kemudian diratakan dengan bumi oleh penjarah Portugis pada tahun 1507. Pada masa kejayaannya, Qalhat masa kini disebut sebagai Calha oleh masyarakat internasional. Nama Calha digunakan oleh Abraham Ortelius ketika membuat peta historis kawasan teluk Timur-Tengah pada tahun 1570.
 
Ibnu Batuta

Calha dikunjungi oleh Ibnu Batuta yang menegaskan puncak kejayaan kerajaan Hormuz pada abad XIII dan XIV.

Menurut catatan Ibnu Batuta, Calha memiliki bazar-bazar yang ramai dikunjungi masyarakat dan sebuah masjid indah di suatu kawasan yang jauh lebih luas ketimbang kawasan situs arkeologikal yang pada tahun 2018 dideklarasikan sebagai Warisan Kebudayaan Dunia oleh UNESCO.

Situs arkeologikal Qalhat terletak di kawasan pesisir tenggara Oman sekitar 170 kilometer dari Muskat. Bangunan yang masih berdiri di situs arkeologikal Qalhat tinggal tersisa mausoleum Bibi Maryam dalam kondisi reruntuhan.

Bat, Al-Khutm, A-Ayn

Tiga puluh tahun sebelumnya, UNESCO memaklumatkan petilasan mahakarya kebudayaan Oman yang lebih tua lagi yaitu kawasan Bat, Al-Khutm, Al-Ayn sebagai warisan kebudayaan dunia.

Tiga serangkai kawasan arkeologikal ini terdiri dari reruntuhan pemukiman rural, menara monumental, nekropolis dan sistem irigasi agrikultural dari jaman perunggu pada masa 3000 tahun sebelum Masehi.

Dengan demikian kesultanan Oman memiliki perbendaharaan warisan kebudayaan penting untuk dilestarikan sebagai fakta sejarah upaya perjuangan umat manusia mengembangkan peradaban di kawasan planet bumi dengan lingkungan alam tidak terlalu kondusif.

Penulis adalah pembelajar peradaban dan kebudayaan dunia.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya