Berita

Menteri BUMN Rini Soemarno/Net

Politik

Geser Dirut BRI, Said Didu Ingatkan Rini Soemarno Tidak Arogan

JUMAT, 30 AGUSTUS 2019 | 15:04 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno diingatkan untuk tidak menjadikan BUMN layaknya milik pribadi. Yaitu, seenaknya membuat aturan.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu menyayangkan keputusan semena-mena terkait pergantian Direktur Utama (Dirut) PT Bank Tabungan Negara (BTN) Persero.

"Bu Rini sering melakukan ini. Jadi saya lihat Bu Rini menganggap BUMN sebagai milik pribadinya," kata Said Didu kepada wartawan, Jumat (30/8).


Jelas dia, situasi seperti ini pernah dialami mantan Kepala BIN Sutiyoso, yang saat itu diberhentikan dari posisi Komisaris Utama PT Semen Indonesia.

"Sutiyoso diberhentikan sebagai Komut PT Semen Indonesia tanpa diberitahu juga," ujar Said Didu.

Dia menyarankan sebaiknya Rini tidak arogan dalam mengangkat dan memberhentikan pimpinan BUMN.

Menteri BUMN Rini Soemarno menggeser Suprajarto dari Dirut BRI jadi Dirut BTN tanpa pembicaraan. Keputusan itu diambil pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Kamis (29/8).

Kamis malam, setelah ditunjuk menjadi Dirut BTN, Suprajarto menyatakan mundur, dia menolak keputusan RUPSLB.

"Saya tidak dapat menerima keputusan itu dan saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari hasil keputusan RUPSLB tersebut," tegasnya.

Penolakan Suprajarto cukup beralasan. Pasalnya dia tidak pernah diajak bicara, apalagi diajak bermusyawarah terkait pengangkatannya menjadi Dirut BTN.

"Saya baru mengetahui ditetapkan sebagai direktur utama BTN setelah membaca berita dari media. Saya tidak pernah diajak bicara mengenai penetapan ini sebelumnya, apalagi diajak musyawarah," ungkapnya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya juga tidak menghendaki kebijakan baru jelang berakhirnya Kabinet Kerja jilid I. Kepala Negara secara khusus memberi instruksi kepada Menteri Rini agar tidak melakukan pergantian jabatan pada perusahaan pelat merah.

"Kami meminta kepada seluruh pejabat di lingkungan BUMN untuk menahan diri dengan tidak mengambil keputusan politik apapun sampai dengan pelantikan Presiden Jokowi," kata Kepala Staf Presiden Moeldoko belum lama ini.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya