Berita

Ilustrasi kerusuhan Papua/Net

Pertahanan

Semua Opsi Tentang Papua Bisa Didialogkan Kecuali Merdeka

JUMAT, 30 AGUSTUS 2019 | 01:22 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Situasi di Papua sampai hari ini sangat memprihatinkan. Semua opsi yang diinginkan masyarakat Papua bisa dibuka ruang dialog kecuali merdeka.

"Bangsa Indonesia harus bersatu untuk cegah Papua merdeka," demikian pernyataan yang disampaikan pengamat sosial dan politik, Musni Umar dalam Twitternya, Kamis (29/8).

Musni mengatakan, situasi di Papua amat menyedihkan sebab masyarakat sulit dikendalikan karena sudah menjadikan aparat sebagai musuh.


"Massa berhadapan dengan aparat yang jumlahnya pasti tidak seimbang dengan jumlah massa," tuturnya.

Oleh karena itu, Musni berharap semoga dalam situasi seperti ini, secepatnya ada dialog untuk wujudkan kedamaian.  

"Doa semoga segera hadir kedamaian di tanah Papua," pungkasnya.

Sebelumnya sekelompok massa  menggelar unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, dengan mengibarkan bendera Bintang Kejora. Aksi unjuk rasa tersebut juga meneriakan yel-yel Papua merdeka. Selain itu, terjadi aksi unjuk rasa dan kerusuhan di Jayapura, aktivitas kota bahkan dikabarkan lumpuh total.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya