Berita

Ilustrasi Ibukota baru/Net

Politik

Pengamat: Harus Ada Gembok Hukum Untuk Urusan Pindah Ibukota

KAMIS, 29 AGUSTUS 2019 | 09:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemindahan Ibukota perlu dipikirkan secara matang. Rencana yang tengah digagas pemerintah ini harus memiliki payung hukum dan undang-undang yang jelas agar tak sekadar menjadi wacana.

"Dalam hal ini harus ada gembok hukum yang tidak boleh dibongkar pasang lagi," kata pengamat politik Adi Prayitno saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (29/8).

Pemindahan Ibukota dinilainya memerlukan waktu yang tak singkat. Oleh karenanya, landasan hukum harus melekat dalam rencana pindah Ibukota ke Kalimantan Timur.


Landasan hukum ini juga penting untuk meneruskan kebijakan ini di saat kepemimpinan Presiden Joko Widodo berakhir. Jika tidak, pindah Ibukota bisa dianulir saat Indonesia memiliki pemimpin baru di 2024 mendatang.

"Karena situasi politik itu sulit untuk ditebak," imbuhnya.

Adi mengingatkan kepada seluruh stakeholder untuk saling bersabar  dalam urusan pemindahan Ibukota baru ini.

"Jangan sampai pindah Ibukota menjadi komuditas politik tertentu. Niatnya harus lurus membangun negera karna tujuan pemindahan itu untuk pemerataan ekonomi dan mengurangi beban Jakarta," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya