Berita

Arthur Schopenhauer/Net

Jaya Suprana

Hinamologi Schopenhauer

RABU, 28 AGUSTUS 2019 | 07:13 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEPERTI halnya kelirumologi, humorologi, alasanologi, malumologi, andaikatamologi, memang benar bahwa istilah hinamologi adalah ciptaan saya pribadi. Namun saya bukan pencipta seni menghina.

Mahapemikir Jerman, Arthur Schopenhauer (1788-1860) yang gemar menghina kaum perempuan serta para pemikir yang tidak sepemikiran dengan dirinya sendiri itu sudah terlebih dahulu menyenikan perilaku menghina di dalam naskah pemikiran jahilnya berjudul "Die Kunst zu beleidigen" (Seni Menghina).

Perdebatan


Pada hakikatnya, naskah Die Kunst zu beleidigen melengkapi naskah Die Kunst, Recht zu behalten (Seni Selalu Merasa Benar) dalam bentuk repertoar tigapuluhdelapan jurus yang dihimpun Schopenhaur untuk memenuhi kebutuhan pribadi dalam menghadapi perdebatan yang memang kerap kali terpaksa dihadapi dalam perjalanan hidupnya mencari makna kehidupan.

Sebagai kesimpulan dari koleksi jurus akal sehat sampai akal bulus memenangkan perdebatan yang berhasil dihimpun Schopenhauer ternyata cara terbaik menaklukkan lawan debat pada situasi rawan kalah adalah melakukan sesuatu yang sama sekali tidak ada hubungan dengan tema yang diperdebatkan dan sama sekali di luar ranah teknik berdebat yaitu menghina sang lawan debat secara pribadi.  Pendek kata jangan mau kalah apalagi mengalah.

Penghinaan


Mengomentari naskahnya sendiri itu, Schopenhauer sempat sesumbar "Wenn man merkt, daß der Gegner ueberlegen ist und man Unrecht behalten wird, so werde man persoenlich, beleidigend, grob. Diese Regel ist sehr beliebt, weil jeder zur Ausführung tauglich ist, und wird daher haeufig angewandt."

(Apabila manusia merasakan bahwa lawan debat unggul dan dirinya terancam risiko dianggap tidak benar maka manusia cenderung kasar menghina lawan debatnya. Perilaku menghina sangat digemari sebab praktis bisa dilakukan kapan saja oleh mereka yang ingin menghina).

Sikap egosentrik niscaya mau menang sendiri tampaknya memang sifat kodrati manusia maka menghina menjadi bagian melekat perilaku sosial umat manusia sejak dahulu kala sampai masa kini bahkan diyakini juga masih akan bertahan sampai ke masa depan bahkan akhir jaman.

Fitnah

Bahkan Arthur Schopenhaur tidak lupa menawarkan jurus ampuh untuk menghadapi perdebatan yang sudah melenceng menjadi penghinaan yaitu jangan meladeni apalagi menggubris penghinaan lawan terhadap diri kita sendiri namun kreatif dan inovatif menciptakan penghinaan tersendiri bikinan diri kita sendiri yang sama sekali di luar tema debat demi habis-habisan menghina pihak lawan.

Bahkan dalam menghina lawan jangan segan menggunakan hoax alias  fitnah yang terkeji alias harus siap semau-gue menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan.

Penulis adalah pembelajar pemikiran manusia tentang makna kehidupan.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Realisasi Pendapatan Perparkiran di Jakarta Memble

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:21

Keluarga Sutrimo Tak Lagi Pasrah soal Penyebab Kematian Karumga Febrie

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:18

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II segera Cair

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:36

Penjarahan dan Keruntuhan Kota Roma, 410 M

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:16

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Pancasila Dasar Negara Kita

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:43

Rudy Tanoe Bantah Mangkir Panggilan KPK

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:16

Waspada Banjir Rob Rendam Kawasan Pesisir Jateng

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:00

Dibuka Sayembara Rp100 Juta untuk Ijazah SMA Gibran

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:28

Zikir Kebangsaan di Istiqlal

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:08

Selengkapnya