Berita

Mitra Kukar kelak akan punya status baru, gantikan Persija/Mitra Kukar Official

Sepak Bola

Ibukota Pindah Ke Kaltim, 2 Tim Ini Bakal Geser Status Persija Jakarta

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 | 17:38 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kepastian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara yang dipilih sebagai lokasi Ibukota Negara baru bakal berdampak terhadap 2 klub lokal. Saat ibukota resmi dipindah, keduanya pun bakal punya status baru.

Ya, selama ini status tim ibukota hanya "dikuasai" Persija Jakarta. Meskipun sebenarnya masih ada tim lain di wilayah DKI Jakarta ini.

Kini, status Persija sebagai tim ibukota bakal hilang, saat Ibukota Negara sudah resmi pindah ke dua kabupaten di provinsi Kalimantan Timur itu.


Lalu, siapakah klub yang bakal mengganti posisi Persija Jakarta? Pertama sudah pasti adalah Mitra Kukar. Tim yang kini berlaga di Liga 2 2019 tersebut sudah cukup dikenal di kompetisi sepak bola nasional. Musim lalu, tim berjuluk Naga Mekes ini masih tampil di kasta tertinggi, Liga 1.

Tim kedua adalah Penajam Utama. Tim asal Kabupaten Penajam Paser Utara ini memang tidak terlalu dikenal di sepak bola Indonesia. Maklum, mereka hingga saat ini masih berkutat di kasta terbawah kompetisi sepak bola nasional.

Namun, performa Penajam Utama musim lalu cukup mumpuni di level regional. Mereka sempat menjadi juara Grup B babak penyisihan regional Kalimantan Timur dan menembus final.

Soal sarana, Stadion Aji Imbut jelas cukup layak untuk menggelar laga internasional. Kandang Mitra Kukar yang terletak di Tenggarong, ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara ini jadi andalan saat menjamu lawan di laga Liga 1 musim lalu.

Stadion berkapasitas 35 ribu penonton ini dibangun pada 2005 dalam rangka persiapan Kaltim sebagai tuan rumah PON 2008.

Bisa jadi ketika status kedua tim berubah jadi wakil ibukota, sponsor pun bakal lebih mudah diajak bekerja sama. Membuat potensi kedua tim untuk berlaga di kasta tertinggi pun makin besar.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya