Berita

Mendagri sebut ibukota baru bakal merupakan wilayah administratif/Net

Politik

Ibukota Baru Jadi Wilayah Administratif, Mendagri: Seperti BSD Di Jakarta

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 | 14:13 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebut ibukota baru di Kalimantan Timur kemungkinan akan menjadi wilayah administratif. Bukan sebuah wilayah yang memiliki otonomi pemerintahan.

"Ibukota baru ini bukan daerah otonomi baru yang dibentuk kabupaten, atau dibentuk kotamadya. Ini seperti Putrajaya di Kuala Lumpur. Kalau di wilayah Jakarta ada BSD," jelas Mendagri di kantornya, Jl. Medan Merdeka Utara No. 7, Jakarta Pusat, Senin (27/8).

Persiapan pemindahan ibukota sampai saat ini tengah diupayakan oleh pemerintah. Mulai tahun depan, ada tahapan-tahapan untuk proses pembangunan infrastrukturnya dulu.


"Gubernur Kaltim juga sudah menyatakan seluruh masyarakat adat dan pemda siap untuk mendukung," tambahnya.

Tjahjo sendiri menilai Jakarta saat ini sudah kelebihan beban. Meski begitu, pusat perekonomian akan tetap berada di Jakarta.

"Secara prinsip memang enggak ada masalah meski beban Jakarta terlalu berat. Urusan air bersih saja sudah menjadi problem. Dan kalau enggak salah untuk pusat perekonomian akan ditempatkan di sini," pungkasnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah resmi menunjuk Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai lokasi spesifik ibukota baru, Senin (26/8) kemarin. Jokowi mengatakan biaya untuk memindahkan ibukota mencapai Rp 466 triliun rupiah.

"Sebesar 19 persen akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama dengan skema kerja sama pengelolaan aset di ibukota," ujar Jokowi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya