Berita

Huawei/Net

Dunia

Kena Sanksi AS, Huawei Klaim Malah Untung

SENIN, 26 AGUSTUS 2019 | 13:35 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Perusahaan Teknologi China, Huawei menyatakan, bisnisnya tidak terpengaruh oleh pembatasan perdagangan yang diterapkan Amerika Serikat (AS) terhadap mereka. Huawei juga sepenuhnya siap bekerja dengan sanksi AS.

Bisnis Huawei senilai 100 miliar dolar AS telah terancam sejak Mei 2019 usai Washington menempatkan Huawei dalam daftar entitas yang mengancam dan memutus aksesnya dengan komponen dan teknologi penting AS, dikutip dari Reuters.

Mengenai dampak larangan tersebut, CEO Huawei Ren Zhengfei mengatakan, pembatasan peragangan AS akan mencapai pendapatan sebesar 30 miliar dolar AS tahun ini.


Wakil ketua Huawei, Eric Xu juga mengatakan pada konferensi pers mengenai perkenalan chip kecerdasan buatan baru di kantor pusatnya di Shenzhen.

Washington mengatakan, pekan ini pihaknya akan memperpanjang penangguhan hukuman selama 90 hari.

Hal ini memungkinkan Huawei untuk membeli perusahaan AS untuk memasok pelanggan yang sudah ada. Tetapi, Washington juga menambahkan lebih dari 40 unit Huawei ke daftar hitam ekonominya.
Laporan: Ahda Sabila

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya