Berita

Ketua LPSK Republik Indonesia, Hasto Atmojo Suroyo/Net

Politik

LPSK Butuh Restu DPR Untuk Jadi Lembaga Mandiri

MINGGU, 25 AGUSTUS 2019 | 20:26 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Lembaga Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengungkapkan keinginannya untuk menjadi lembaga mandiri di tahun 2020. Keinginan tersebut lantaran selama ini ada ketidaksinkronan mitra kerja dengan lembaga yang menaungi LPSK.

"Secara anggaran, LPSK masih mengikut kepada sekretariat negara yang mitranya adalah Komisi II DPR, sementara secara substansi kita mengikut kepada Komisi III DPR," ujar Ketua LPSK Republik Indonesia, Hasto Atmojo Suroyo saat memberikan konferensi pers di Bumbu Desa Cikini, Jakarta, Minggu (25/8).

Selain dari sisi kerja, perbedaan tersebut juga berdampak pada pembahasan anggaran yang diberikan kepada LPSK.


"Jadi sering kali tidak klop antara substansi dengan dukungan anggaran ini," jelasnya.

Keinginan untuk berdiri sendiri diakui sudah dalam tahap persiapan. Namun bukan tanpa halangan, hal itu perlu dukungan beberapa pihak, termasuk DPR dan Pemerintah.

"Persiapan menuju Lembaga mandiri saat ini sedang disiapkan, salah satunya proses perubahan PP tentang kesekjenan. Semoga Dalam waktu dekat mudah-mudahan selesai," tegasnya.

Bicara soal anggaran, LPSK memiliki hitungan sendiri dan tentu lebih besar dibanding anggaran yang dialokasikan pemerintah di tahun 2020 sebesar Rp 54 miliar. Kekurangan anggaran tersebut lah yang menjadi dorongan lain untuk menjadikan LPSK berdiri sendiri.

"Idealnya anggaran untuk LPSK sebesar Rp 156 miliar seperti yang telah diajukan," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya