Berita

Sri Mulyani dinilai kurang tepat menjabat Ketum IAEI/Net

Politik

Dinilai Tukang Utang, Sri Mulyani Kurang Tepat Jabat Ketum IAEI

MINGGU, 25 AGUSTUS 2019 | 08:18 WIB | LAPORAN:

Penunjukkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sebagai Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) periode 2019-2023 oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) IAEI, dinilai kurang tepat.

Hal tersebut disampaikan pengamat ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (24/8). Menurut Noorsy, tindakan Menkeu dalam mengambil kebijakan utang yang mengandung riba bertentangan dengan konsep muamalah (ekonomi Islam).

"Jika karakternya (Sri Mulyani) tukang utang dengan riba, ya bertentangan dengan prinsip Islam," ungkapnya.


"Kejujuran, tidak serakah, dan tidak angkuh itu prinsip ekonomi Islam, SMI begitu nggak?" imbuhnya.

Ichsanuddin menyebut kalau tindakan DPP IAEI tak sesuai antara ucapan dengan tindakan.

"IAEI sedang menunjukkan kualitas mereka. (Namun) kualitas yang nggak sesuai antara ucapan dengan tindakan," ungkapnya.

Diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri pemerintah pada akhir triwulan II 2019 sebesar 192,5 miliar dolar AS, atau tumbuh 9,1 persen (yoy). Meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 3,6 persen (yoy).

Sebelumnya, Sri Mulyani menerima jabatan Ketua Umum IAEI. Sri Mulyani akan mengemban tugas tersebut sampai 4 tahun ke depan. Dia menyebut akan coba memajukan ekonomi sesuai prinsip yang berlaku dalam Islam.

"Untuk dapat memajukan dan meningkatkan peran ekonom-ekonom Islam di Indonesia dalam upaya memajukan kesejahteraan dan kemajuan bangsa Indonesia secara berkeadilan sesuai prinsip dan nilai-nilai Islam yang luhur," ucapnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya