Berita

Jokowi bersama anak Papua/ Net

Pertahanan

Pak Jokowi, Orang Papua Butuh Sentuhan Hati Bukan Infrastruktur

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 | 03:15 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pembangunan infrastruktur yang digencarkan Presiden Joko Widodo dinilai tidak menyelesaikan masalah di Papua. Bahkan, pembangunan infrastruktur tersebut dianggap tidak ada manfaat untuk masyarakat di Papua.

Hal itu disampaikan perwakilan Forum Komunikasi Anak Papua, Sammy Jenggu. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang dilakukan di Papua bukanlah solusi untuk menyelesaikan permasalahan di Bumi Cendrawasih.

"Pembangunan infrastruktur yang gencar di Papua itu bukan solusi, karena orang Papua tidak butuh itu," ucap Semmy Jenggu kepada Kantor Berita Politik RMOL saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jumat (23/8).


Pembangunan yang digencarkan Presiden Jokowi selama ini kata Sammy, masyarakat tidak merasakan dampaknya. Bahkan, pembangunan itu disebut sebagai hal yang sia-sia.

"Bangun gedung banyak-banyak siapa yang mau ngisi? siapa yang mau tinggal? karena jumlah penduduknya sedikit. Jalan banyak yang dibangun oleh pemerintah siapa juga yang mau lewatin?. Jadi tidak terpakai, ngapain bangun jalan banyak-banyak tidak bermanfaat," tegasnya.

Menurut Sammy, masyarakat Papua hanya butuh rasa keadilan dari pemerintah. Mereka merasa diperlakukan berbeda dengan masyarakat di daerah lainnya. Selain itu, memperbaiki sumber daya manusia lebih bermanfaat dibanding pembangunan infrastruktur.

"Pembangunan infrastruktur tidak ada manfaat, bangun dulu manusianya (SDM), karena manusia Papua itu butuh sentuhan," jelasnya.

Bahkan, Sammy pun membantah klaim pemerintah yang menilai hanya dengan melakukan pembangunan infrastruktur di Papua akan menyelesaikan permasalahan yang dialami masyarakat Papua selama ini.

"Sama seperti membangun (infrastruktur) Papua, menurut negara ini bahwa dengan membangun Papua itu clear, ya tidak. Yang dibutuhkan masyarakat Papua itu adalah sentuhan hati bukan pembangunannya," ungkapnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya