Berita

Arief Poyuono memberikan keterangan kepada wartawan dalam satu kesempatan/Net

Politik

Arief Poyuono: Pemerintahan Baru Perlu Kementerian Investasi

JUMAT, 23 AGUSTUS 2019 | 19:40 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Upaya untuk menarik investasi asing yang lebih subtansial dalam waktu cepat membutuhkan strategi yang jitu dan terukur, yang tidak asal-asalan.

Bagaimanapun juga invetasi yang sehat dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pemerataan pembangunan.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan, salah satu cara yang bisa ditempuh pemerintahan Joko Widodo dan Maruf Amin adalah dengan membentuk Kementerian Investasi.


“Kementrian Investasi sangat agar bisa mempercepat tumbuhnya investasi dengan aturan-aturan yang tidak saling tumpang tindih,” ujar Arief Poyuono dalam perbincangan dengan redaksi.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang merupakan lembaga pemerintahan non kementerian dapat berperan menjadi penunjang Kementerian Investasi dimaksud.

“BKPM merupakan lembaga negara yang dibentuk guna menjalankan tugas pemerintahan tertentu dalam bidang investasi. Kepala BKPM nantinya akan berada di bawah serta bertanggung jawab secara langsung kepada Presiden melalui Menteri Investasi  yang mengoordinasikannya,” terang Arief Poyuono lagi.

Dia menambahkan, kehadiran Kementerian Investasi akan memotong berbagai kesulitan yang selama ini dihadapi investor.

“Ada UU Penanaman Modal, kok tidak ada Kementerian Investasi. Ini yang membuat investasi di Indonesia menghadapi banyak hambatan,” demikian Arief Poyuono.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya